Ekbis

Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras SPHP Diduga Dioplos Jadi Premium

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras SPHP Diduga Dioplos Jadi Premium

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik tersebut saat melakukan inspeksi di Toko/Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Beras bersubsidi yang seharusnya membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau diduga dialihkan menjadi beras premium untuk meraup keuntungan lebih besar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik tersebut saat melakukan inspeksi di Toko/Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X No. 46A, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu(28/10).

Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang semestinya dijual Rp12.500 per kilogram diduga dikemas ulang dan dipasarkan sekitar Rp17.000 per kilogram. Praktik ini dinilai merugikan konsumen sekaligus berpotensi mengganggu stabilitas harga beras.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Ini kalau ada hukuman terberat, ini pantas dihukum terberat. Seandainya memungkinkan hukuman mati hukuman mati ini pantas ini untuk orang seperti ini,” kata Amran saat sidak.

Amran menyebut laporan awal menunjukkan barang bukti mencapai sekitar 600 ton. Namun, jumlah beras yang diduga terlibat diperkirakan mencapai ribuan ton sehingga penyidik perlu menelusuri skala praktik dan jaringan distribusinya.

Ia mengapresiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk Polres Metro Jakarta Timur dan Kabaintelkam, atas pengungkapan kasus yang dinilai mengancam ketahanan pangan nasional. Amran meminta aparat mengusut perkara hingga ke akar jaringan dan menindak seluruh pihak yang terbukti terlibat.

Modus yang tengah didalami adalah pengambilan beras SPHP, kemudian pengemasan ulang sebelum dijual sebagai beras premium. Penyidik masih memeriksa apakah beras tersebut dicampur dengan jenis beras lain atau langsung dikemas ulang.

Informasi sementara juga mengarah pada dugaan pengambilan beras dari gudang Bulog di Kelapa Gading. Namun, keterlibatan pihak tertentu masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.

Amran menegaskan pegawai Perum Bulog maupun Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat akan diberhentikan dan diproses secara hukum. Menurut dia, penelusuran perlu mencakup seluruh jalur distribusi, pelaku utama, dan kemungkinan jaringan lain. Pelaku utama disebut telah diamankan, sedangkan penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak tambahan.

Baca Juga  Jatim Lampaui Target LP2B Nasional, Emil Dorong Percepatan Penetapan di Daerah

Dalam inspeksi, tim menemukan lokasi pengemasan, tumpukan beras, serta kendaraan yang diduga disiapkan untuk mendistribusikan beras SPHP yang dialihkan menjadi beras premium.

Amran menilai praktik tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar karena beras bersubsidi dijual dengan harga lebih tinggi.

“Kita ini berjibaku tidak tidur siang-malam, dicaci-maki, sampai teman-teman sakit untuk swasembada beras, mempertahankan pangan pada saat kondisi dunia krisis pangan energi dan air,” kata Amran.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id – Pelemahan rupiah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi perhatian Bank Indonesia (BI). Bank sentral…