Ekbis

Pemerintah Tertibkan Tengkulak Nakal, Harga Pangan Disorot

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Pemerintah Tertibkan Tengkulak Nakal, Harga Pangan Disorot

Sebarkan artikel ini
Mendagri Tito Karnavian saat konferensi pers usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Selisih harga pangan yang terlalu lebar antara tingkat produsen dan konsumen menjadi perhatian pemerintah. Praktik perantara yang dinilai memicu ketimpangan harga kini menjadi sasaran penertiban, menyusul temuan pemerintah melalui penelusuran Perum Bulog. Langkah ini diharapkan dapat menekan harga jual di pasar sekaligus melindungi peternak dan daya beli masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, hasil penelusuran menunjukkan adanya anomali dalam rantai distribusi pangan. Kenaikan harga di tingkat konsumen tidak sepenuhnya sejalan dengan harga yang diterima produsen.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Artinya ada middleman, ada middle party di situ, yang tidak juga melakukan proteksinya yang terjadi kenaikan,” sebut Tito dalam konferensi pers usai Rakor Menko Pangan: Keamanan Pangan di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

Menurut Tito, persoalan tersebut telah dibahas bersama sejumlah lembaga terkait. Kementerian Pertanian juga berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk menindak pihak yang diduga memainkan harga dalam rantai perdagangan pangan.

“Jadi, kita akan melakukan penertiban. Tapi, baru keras begitu saja harganya sudah turun,” ujarnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut menyoroti ketimpangan harga tersebut. Ia mencontohkan harga telur ayam di tingkat peternak yang berada pada kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per kilogram, sedangkan harga di tingkat konsumen mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu.

“Ini di atas harga ekonomi. Ada anomali. Sudah mulai menindak. Baru diumumkan harga sudah turun. Jadi harga turun di konsumen. Jadi, ini kabar baik,” kata Amran.

Pemerintah menilai penurunan harga setelah pengumuman penindakan menjadi perkembangan positif. Namun, pengawasan tetap diperlukan agar selisih harga tidak kembali melebar dan merugikan masyarakat.

Di sisi lain, tekanan harga pangan turut memengaruhi perkembangan inflasi. Tito sebelumnya menyebut inflasi tahunan (year-on-year) tercatat 3,28 persen, sedangkan inflasi bulanan (month-to-month) mencapai 0,32 persen pada Agustus-September 2026. Kelompok makanan dan minuman menjadi salah satu penyumbang utama.

Baca Juga  Optimalkan Promo Kredit Agunan Rumah

Kenaikan terutama terjadi pada cabai rawit dan cabai merah akibat kekeringan yang menekan produksi di sejumlah daerah.

Sementara itu, harga beras relatif stabil, meski masih terdapat daerah dengan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET). Bulog telah melakukan intervensi di 134 daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Adapun harga daging ayam ras dan telur ayam ras yang sempat meningkat sekitar dua pekan sebelumnya mulai menunjukkan penurunan. Pemerintah kini menghadapi tantangan menjaga tren tersebut agar keterjangkauan pangan dapat dirasakan langsung oleh konsumen

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id – Pelemahan rupiah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi perhatian Bank Indonesia (BI). Bank sentral…