Ringkasan Berita: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur sukses meraih penghargaan bergengsi “The Collaborative and Inclusive Communication for Community Empowerment Award 2026” atas keberhasilannya membangun komunikasi publik yang inklusif dan humanis. Penghargaan dalam ajang Jawa Pos Radar Mojokerto Awards 2026 ini mengukuhkan efektivitas strategi komunikasi berbasis prinsip pentahelix dan keterlibatan publik (public engagement) yang diterapkan oleh Pemprov Jatim.
Mojokerto, Jatimmandiri.id — Konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam membangun jembatan komunikasi publik yang kolaboratif, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas kembali mendapatkan pengakuan di tingkat regional.
Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Jawa Timur resmi menerima penghargaan bergengsi The Collaborative and Inclusive Communication for Community Empowerment Award 2026. Apresiasi ini diserahkan langsung pada ajang Jawa Pos Radar Mojokerto Awards 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Sunrise Mojokerto, Selasa (7/7/2026) malam.
Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi Biro Adpim dalam memimpin komunikasi publik Pemprov Jatim lewat pendekatan yang melibatkan multisektor (stakeholders), memperkuat partisipasi masyarakat, serta menyajikan narasi pembangunan yang membumi hingga menyentuh level pedesaan dan komunitas lokal.
Transformasi Paradigma: Dari Sekadar Informasi Menuju Public Engagement
Selama beberapa tahun terakhir, pengelolaan komunikasi publik di lingkungan Pemprov Jatim memang mengalami pergeseran fungsi yang fundamental. Kanal komunikasi tidak lagi sekadar menjadi corong searah untuk menyampaikan informasi birokrasi, melainkan dioptimalkan sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik (public trust), memperluas ruang dialog, serta menggerakkan kolaborasi aktif warga dalam pembangunan daerah.
Tugas vital ini diemban oleh Biro Administrasi Pimpinan melalui Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan. Unit kerja ini memegang tanggung jawab penuh dalam:
-
Menyiapkan materi strategis pimpinan.
-
Mengelola hubungan kemitraan dengan media massa.
-
Menyusun narasi pembangunan yang terukur.
-
Mengoptimalkan ekosistem komunikasi digital.
-
Memperkuat koordinasi komunikasi lintas perangkat daerah.
Strategi Pentahelix dan Manajemen Komunikasi yang Adaptif
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh insan komunikasi publik di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Penghargaan ini kami persembahkan bukan hanya untuk Biro Administrasi Pimpinan, tetapi untuk seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang setiap hari bekerja membangun komunikasi publik yang terbuka, kolaboratif, dan berpihak kepada masyarakat. Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membangun kepercayaan dan menghadirkan ruang partisipasi,” ungkap Pulung Chausar pada Selasa (7/7/2026) malam.
Menjawab Tantangan Era Digital
Pulung tidak menampik bahwa tantangan komunikasi pemerintahan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Perubahan perilaku konsumsi media masyarakat, derasnya arus informasi digital, hingga fragmentasi media menuntut pemerintah memformulasikan strategi komunikasi yang adaptif sekaligus humanis.
Oleh karena itu, Biro Adpim menerapkan prinsip Pentahelix dalam ekosistem komunikasinya. Pendekatan ini mempertemukan lima elemen kunci pembangunan secara sinergis.
“Kolaborasi adalah kata kuncinya. Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menyampaikan narasi pembangunan, semakin besar pula peluang masyarakat memahami dan ikut berpartisipasi,” tegas Pulung. Ia berharap informasi dari pemerintah mampu memantik optimisme dan menggerakkan kontribusi nyata dari warga.
Menyusun Narasi Berbasis Data yang Menyentuh Akar Rumput
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setda Prov Jatim, Zainal Muttaqin, menekankan adanya pergeseran paradigma komunikasi dari government information menuju public engagement—sebuah konsep yang menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Komunikasi publik hari ini tidak lagi cukup hanya cepat. Ia harus akurat, mudah dipahami, relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mampu membangun keterlibatan publik. Inilah arah yang terus kami kembangkan di Biro Administrasi Pimpinan,” urai Zainal Muttaqin.
Untuk mencapai level efektivitas tersebut, Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan menerapkan standarisasi ketat dalam penyusunan pesan pimpinan, antara lain:
-
Pendekatan Berbasis Data: Memastikan setiap substansi pesan memiliki landasan data yang valid dan kredibel (memenuhi kaidah keterpercayaan/Trustworthiness).
-
Analisis Kebutuhan Informasi: Menyesuaikan topik dengan dinamika dan kebutuhan riil di tengah masyarakat.
-
Multi-Perspektif: Mempertimbangkan berbagai sudut pandang publik agar pesan tidak bersifat elitis.
“Kami ingin narasi pembangunan tidak berhenti di ruang birokrasi. Narasi itu harus hidup di tengah masyarakat, dipahami oleh warga desa, pelaku UMKM, petani, nelayan, generasi muda, komunitas, hingga kelompok rentan,” tambkah Zainal.
Sinergi Digital dan Kemitraan Strategis Bersama Media
Di samping mentransformasi konten, Biro Adpim Jatim terus memperluas jaringan distribusinya. Sinergi komunikasi digital dioptimalkan melalui integrasi berbagai kanal resmi pemerintah. Di sisi lain, hubungan kemitraan dengan media massa konvensional maupun digital tetap dijaga secara profesional.
Zainal menegaskan bahwa media massa merupakan mitra strategis yang independensinya harus dihormati. Hubungan yang sehat dan terbuka inilah yang dinilai berhasil memberikan stempel kredibilitas pada informasi pemerintah di mata publik.
Menutup pernyataannya, Pulung Chausar menegaskan bahwa penghargaan berskala regional ini bukan merupakan titik akhir, melainkan sebuah amanah untuk terus berinovasi di tengah perkembangan zaman. Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik yang kolaboratif, inklusif, humanis, dan berkelanjutan demi kemajuan Jawa Timur.***












