JatimKota Besar

Monkasel Terus Berbenah untuk Bertahan

×

Monkasel Terus Berbenah untuk Bertahan

Sebarkan artikel ini
Suasana wisata sejarah Monkasel yang ikonik di Surabaya, Jumat (10/7). Keberadaannya mempertegas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id —Bukan cuma Tugu Pahlawan. Keberadaan Monumen Kapal Selam (Monkasel) kian mempertegas kesan sejarah perjuangan sebagai identitas Kota Surabaya. Itu sebabnya, Monkasel menjadi destinasi wisata sejarah yang tak pernah sepi.

Hal itu diakui oleh Panji, salah satu pemandu wisata Monkasel. Menurutnya, kebanyakan wisatawan datang karena merasa penasaran dengan keberadaan di dalam kapal selam. “Orang-orang itu penasaran bagaimana sih bentuk dan dalamnya kapal selam itu, wujud layaknya gimana. Orang dari luar kota dan para turis pun sangat antusias untuk melihat langsung isi di dalam kapal selam ini,” jelas Panji, Jumat (10/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dia juga menegaskan bahwa ​tingkat kunjungan ke Monkasel terpantau stabil, terutama saat memasuki musim liburan sekolah atau akhir pekan (weekend).  Wisatawan yang datang umumnya didominasi rombongan keluarga, studi tur sekolah, hingga wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, pengelola Monkasel berupaya menjaga kualitas destinasi wisata itu. Di antaranya perawatan sejumlah fasilitas yang ada agar pengunjung tetap merasa nyaman saat bereksplorasi di dalam kapal selam. Contohnya perawatan dan pembenahan berkala di beberapa titik, baik area luar, interior kapal, maupun mengoptimalisasi pendingin ruangan (AC) di dalam kapal selam.

Perlu diketahui, Monkasel adalah wujud asli dari KRI Pasopati 410, kapal selam kelas Whiskey buatan Rusia tahun 1952. ​KRI Pasopati 410 memiliki rekam jejak yang mengagumkan dalam sejarah pertahanan Indonesia. Sejak dioperasikan oleh TNI AL pada 1962, kapal selam ini terlibat aktif dalam berbagai operasi militer penting. Di antaranya, Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat, serta operasi di Timor Leste.

Setelah pensiun pada tahun 1990, kapal ini dipotong menjadi 16 bagian untuk dibawa ke tengah Kota Surabaya, tepatnya di JL. Pemuda, Surabaya. Potongan kapal itu kemudian dirakit kembali, dan resmi dibuka untuk umum sebagai monumen sejarah sejak tahun 1998.​

Baca Juga  Polres Pelabuhan Tanjung Perak Salurkan Bibit dan Obat Hama ke Petani Kenjeran

​Dengan segala nilai sejarah dan upaya perawatan yang terus berjalan, Monkasel diharapkan terus bertahan sebagai destinasi wisata edukasi unggulan yang mampu menginspirasi generasi muda mengenai kejayaan maritim Indonesia. (nabil)

 

 

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *