Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat memanfaatkan momentum musim kemarau untuk mengejar penanganan berbagai titik saluran air yang rawan memicu banjir.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), proyek normalisasi sungai dan pembersihan afvoer kini digenjot secara masif di berbagai wilayah dengan menerjunkan Satgas Alat Berat serta Satgas Afvoer.
Salah satu titik krusial yang kini menjadi fokus utama adalah saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang.
Penanganan di lokasi ini terbilang berskala besar, mencakup bentangan saluran sepanjang sekitar empat kilometer dengan target rampung dalam waktu tiga bulan menggunakan dukungan alat berat.
Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Prayitno, mengungkapkan bahwa penurunan debit air selama musim kemarau justru memberikan keuntungan tersendiri untuk mengoptimalkan pengerjaan di lapangan.
“Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah,” jelas Prayitno pada Rabu (15/7/2026).
Lebih lanjut, Prayitno menjelaskan bahwa operasi ini tidak sekadar mengeruk sedimentasi dan mengangkut tumpukan sampah.
Tim di lapangan juga membersihkan vegetasi liar yang selama ini menyumbat laju air, sekaligus memperkuat dinding tepi sungai guna memastikan fungsi saluran tetap terjaga dalam jangka panjang.
Langkah preventif ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Sidoarjo dalam memetakan dan mereduksi risiko banjir secara bertahap di kawasan-kawasan rawan genangan.
Untuk memastikan aliran air bebas sumbatan sebelum musim penghujan tiba, penanganan dilakukan secara serentak di berbagai titik strategis.
Satgas Alat Berat diterjunkan untuk mengeruk tumpukan sampah di saluran Porong Kanal (Kelurahan Porong), saluran Mangetan Kanal (Desa Dungus), serta anak afvoer Kedunguling yang melintasi Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.
Lalu, Satgas Afvoer Wilayah Kota fokus membersihkan aliran afvoer Kedunguling di area Desa Larangan.
Sedangkan Satgas Afvoer UPTD Trosobo & Prambon berkolaborasi menyisir Afvoer Buntung (Desa Balongbendo), Afvoer Kepucang (Desa Jimbaran, Wonoayu), serta saluran Kedunguling di Desa Temu, Kecamatan Prambon.
Satgas Afvoer UPTD Porong memperbaiki sistem aliran di Afvoer Gedek (Desa Wates, Tanggulangin), Afvoer Ngingas (Desa Balongtani, Jabon), dan Afvoer Kedungkampil (Desa Kedungsulo, Porong).
Satgas Afvoer UPTD Sumput menjangkau wilayah kerja yang cukup luas di lima kecamatan, meliputi Afvoer Bulubendo (Gedangan), Afvoer Sumber (Sukodono), Afvoer Karangbong 2 (Buduran), Afvoer Botokan/Sinir dan Afvoer Buntung (Waru), serta Afvoer Jemundo (Taman).
Prayitno menegaskan bahwa normalisasi ini merupakan ikhtiar penting demi keselamatan lingkungan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kerja keras pemerintah daerah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kepedulian dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.
“Kita berharap perkerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal, menampung curah hujan dengan maksimal,” pungkasnya.












