Ponorogo, Jatimmandiri.id – Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum bersejarah yang sarat makna bagi keluarga besar alumni.
Memaknai perjalanan satu abad almamater tercinta, Alumni Gontor Angkatan 2007 yang tergabung dalam Maziero Razienera mengambil peran aktif melalui gerakan wakaf guna mendukung keberlanjutan pendidikan dan fasilitas santri.
Secara akumulatif, total wakaf alumni dalam rangkaian peringatan satu abad Gontor berhasil menembus angka Rp1.698.581.776.
Dari jumlah tersebut, Angkatan 2007 Maziero Razienera memberikan sumbangsih nyata melalui penyerahan 115 unit sepeda bernilai sekitar Rp172.500.000 untuk menunjang mobilitas harian para santri, serta bantuan dana langsung sebesar Rp50.000.000.
Penggerak Alumni Gontor Angkatan 2007 asal Surabaya, Kaji Faiz, menyampaikan bahwa peringatan 100 tahun ini merupakan momentum langka yang membangkitkan rasa syukur serta kepedulian mendalam terhadap almamater.
“Bahwasanya momentum 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini sangat luar biasa dan terjadi sekali seumur hidup kita. Karena itu, kami merasa terpanggil untuk ikut mengambil bagian dalam momentum bersejarah ini. Apa yang kami lakukan melalui wakaf bukan semata-mata tentang nominal, tetapi tentang rasa syukur, kepedulian dan ikhtiar untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi almamater,” ujar Kaji Faiz, Senin (21/9/2026).
Ia menambahkan, kontribusi yang dihimpun oleh Angkatan 2007 Maziero Razienera diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang serta menjadi pendorong keberlanjutan pendidikan generasi penerus di pesantren.
“Kami berharap apa yang dihimpun oleh keluarga besar alumni Angkatan 2007 Maziero Razienera ini dapat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat bagi generasi-generasi setelah kami,” tuturnya.
”Semoga semangat kebersamaan, ukhuwah dan pengabdian ini terus terjaga. Karena Gontor bukan hanya tempat kita pernah belajar, tetapi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk kita,” tambah dia.
Bagi para alumni, besarnya nilai wakaf tidak semata-mata diukur dari angka matematis, melainkan dari landasan keikhlasan dan semangat kebersamaan yang mendasarinya.
“Seratus tahun Gontor adalah sejarah besar. Kami ingin menjadi bagian dari sejarah tersebut, meskipun kontribusi kami mungkin tidak seberapa dibandingkan besarnya perjuangan Gontor selama satu abad. Yang terpenting adalah keikhlasan, kebersamaan dan niat untuk terus memberikan manfaat,” ungkap Kaji Faiz.
Kehadiran wakaf dalam bentuk barang dan dana ini menegaskan bahwa kepedulian alumni berwujud sangat aplikatif.
Momentum satu abad Gontor pun menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah sekaligus membuktikan bahwa jalinan ikatan batin alumni terhadap almamater akan terus hidup melintasi zaman.












