Lumajang, Jatimmandiri.id – Literasi di Kabupaten Lumajang didorong tidak berhenti pada kemampuan membaca buku. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga perlu mampu memahami, memilah, dan mengendalikan diri agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang Indra Wibowo Leksana, S Sos MM dalam puncak rangkaian kegiatan literasi yang digelar sejak 12 Agustus.
“Literasi jangan diartikan hanya baca-membaca. Secara luas, seluruh pancaindra kita berfungsi untuk memahami sesuatu,” kata Indra.
Rangkaian kegiatan meliputi bedah buku, lomba resensi, menulis kembali, hingga penggalian asal-usul sejumlah daerah seperti Banyuputih dan Selokambang. Selain menumbuhkan budaya literasi, kegiatan tersebut menjadi upaya menjaga pengetahuan lokal agar tidak hilang.
Indra mengingatkan masyarakat agar tetap menempatkan buku sebagai sumber pengetahuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Jangan sampai masyarakat hanyut dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat, tetapi lupa bahwa membaca itu penting,” ujarnya.
Menurut dia, kemampuan memahami bacaan dan informasi juga berkaitan dengan cara seseorang mengambil keputusan serta menyikapi perbedaan.
“Kalau kita membaca dengan baik, memaknai arti membaca, kita tidak akan mudah menghakimi orang lain, tidak mudah menyalahkan orang lain, dan mampu mengendalikan diri,” katanya.
Literasi juga diharapkan menjadi bekal agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Apalagi banyak sekali berita beredar tentang sebuah issue yang terkadang tidak dapat dipertanggungjawbkan kebenarannya.
“Tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang tidak kita inginkan. Lebih dari itu, kita bisa mengambil keputusan dengan baik karena memiliki dasar dari apa yang kita pahami melalui buku dan kegiatan berliterasi,” ujar Indra.
Indra berharap gerakan literasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi berkembang melalui komunitas, paguyuban, dunia usaha dan berbagai unsur masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan ini ke depan tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berkembang dan bisa lestari,” pungkasnya.












