Jakarta, Jatimmandiri.id – Perut buncit tidak selalu disebabkan oleh lemak yang tampak di bawah kulit. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ-organ vital dan memiliki kaitan erat dengan berbagai penyakit metabolik, seperti diabetes tipe 2 hingga penyakit jantung.
Kabar baiknya, jenis lemak ini dapat dikurangi melalui perubahan gaya hidup, terutama dengan meninggalkan kebiasaan yang memicunya.
Ahli gizi Raksha Shah menjelaskan bahwa lemak visceral tersimpan di sekitar organ penting, seperti hati, pankreas, dan usus. Karena lokasinya tersebut, lemak ini lebih aktif dalam proses metabolisme sehingga dampaknya terhadap kesehatan jauh lebih besar dibandingkan lemak yang berada di bawah permukaan kulit.
“Lemak visceral lebih terlibat dalam proses metabolisme karena kedekatannya dengan organ-organ seperti hati, pankreas, dan usus, itulah sebabnya lemak ini berkaitan erat dengan hasil kesehatan yang buruk daripada jenis lemak lainnya,” ujar Raksha Shah, dikutip dari Eating Well.
Menurut Shah, lemak visceral termasuk responsif terhadap perubahan pola hidup. Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, penumpukan lemak di area perut dapat dikurangi secara bertahap.
Empat Kebiasaan yang Memicu Lemak Visceral
1. Terlalu sering mengonsumsi minuman manis
Minuman bersoda, teh kemasan manis, hingga berbagai minuman berperisa mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, tetapi minim serat sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.
Kelebihan gula akan diproses oleh hati menjadi lemak. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan penumpukan lemak visceral di sekitar organ dalam.
Sebagai pilihan yang lebih sehat, air putih, teh tanpa gula, atau air soda yang diberi sedikit perasan buah dapat menjadi alternatif untuk mengurangi asupan gula harian.
2. Membiarkan stres berkepanjangan
Stres yang berlangsung dalam waktu lama bukan hanya memengaruhi kondisi psikologis, tetapi juga berdampak pada metabolisme tubuh.
Ahli gizi Toby Amidor menjelaskan bahwa stres kronis meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini berperan dalam mendorong penyimpanan lemak, terutama di area perut.
“Stres kronis tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan menyebabkan penumpukan lemak visceral yang lebih banyak di berbagai area,” jelas Amidor.
Mengelola stres melalui olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus mengurangi risiko penumpukan lemak visceral.
3. Tetap merokok
Meski sebagian perokok memiliki berat badan yang relatif lebih rendah, berbagai penelitian menunjukkan mereka justru cenderung memiliki kadar lemak visceral lebih tinggi.
Nikotin diketahui dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang berkontribusi terhadap penyimpanan lemak di sekitar perut. Akibatnya, seseorang bisa tampak kurus, tetapi tetap memiliki penumpukan lemak berbahaya di sekitar organ vital.
Karena itu, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko tersembunyi yang dapat memicu gangguan metabolik.
4. Kurang tidur setiap hari
Kualitas tidur memiliki peran besar dalam mengatur metabolisme tubuh. Kurang tidur secara kronis dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengendalikan rasa lapar dan kenyang.
Menurut Amidor, kondisi tersebut meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan, sekaligus menurunkan hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang. Dampaknya, seseorang menjadi lebih mudah mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan.
Kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol yang berkaitan dengan penumpukan lemak di area perut.
“Membuat jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan rutinitas tidur yang menenangkan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur dan mendukung tujuan kesehatan,” saran Amidor.
Kebiasaan Sehat yang Membantu Mengurangi Lemak Visceral
Selain menghindari empat kebiasaan tersebut, menerapkan pola hidup sehat juga menjadi langkah penting untuk menurunkan lemak visceral.
Mengonsumsi protein dalam jumlah cukup dapat membantu mempertahankan massa otot sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara itu, asupan serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian berperan dalam mengendalikan nafsu makan serta menjaga kesehatan metabolisme.
Aktivitas fisik secara rutin juga terbukti efektif membantu mengurangi lemak visceral. Kombinasi latihan kardio dengan intensitas sedang dan latihan kekuatan dapat menjadi pilihan untuk mendukung penurunan lemak perut sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh secara menyeluruh.












