Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Penanganan medis darurat terhadap ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang diduga kuat mengalami keracunan massal makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terus diperbarui.
Dihimpun dari berbagai sumber media pemberitaan nasional dan lokal, berikut adalah rangkuman berita berjalan (running text) mengenai perkembangan situasi terkini di lapangan:
1. Kronologi Detik-Demi-Detik Gejala Klinis Korban Pukul 12.30 WIB (Pascasalat Zuhur):
Ribuan santri setingkat SMP dan SMA (MTs dan MA) secara serentak mengonsumsi jatah makan siang dari paket program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Pukul 15.30 WIB (Memasuki Waktu Asar): Belasan santri mulai merasakan gejala awal berupa mual-mual, pusing, nyeri kepala, hingga muntah. Kondisi darurat ini awalnya ditangani secara mandiri oleh internal kesehatan pondok.
Pukul 17.30 WIB (Menjelang Magrib): Efek kontaminasi meluas secara eksponensial. Jumlah santri yang mengeluhkan mual hebat ambruk secara bergantian, memaksa pihak yayasan menghubungi pusat panggilan darurat medis.
2. Data Rujukan Penyebaran Pasien di Rumah Sakit
Hingga laporan malam ini diterbitkan, data resmi mencatat 120 santri dilarikan ke rumah sakit secara bertahap menggunakan puluhan armada ambulans yang dikerahkan keluar-masuk gerbang pesantren.
Berikut adalah rincian data sebaran rujukan pasien:
RSUD RT Notopuro Sidoarjo: Menangani volume pasien terbesar dengan menampung 80 santri.
RSI Siti Hajar Sidoarjo: Merawat intensif sebanyak 19 santri.
RS Delta Surya Sidoarjo: Menangani sebanyak 12 santri.
RS Pusura Gelam: Menampung rujukan sebanyak 9 santri.
3. Pengamanan Area dan Kondisi Psikologis Wali Murid
Penjagaan Ketat TNI: Kawasan sekitar Pondok Pesantren Manba’ul Hikam saat ini telah disterilisasi dan dijaga ketat oleh personel TNI bersama aparat keamanan setempat guna memastikan kelancaran jalur evakuasi.
Kecemasan di Luar Gerbang: Puluhan orang tua dan wali murid terpantau masih berkumpul di area luar gerbang utama pondok pesantren dalam kondisi cemas menanti kepastian informasi kesehatan anak-anak mereka.
Klarifikasi Pemulihan: Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tenang lantaran seluruh korban telah mendapatkan infus dan penanganan kedaruratan. Mayoritas santri dilaporkan sudah melewati masa kritis dan kini berada dalam fase pemulihan (observasi klinis).












