Surabaya, Jatim Mandiri
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kedaulatan Indonesia melalui kemandirian pangan, energi, ekonomi, teknologi, dan sumber daya manusia. Ajakan itu disampaikan Khofifah saat memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8).
Dalam upacara HUT RI ke-81 bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” itu, Khofifah mengatakan peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat tekad bangsa untuk terus bergerak menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. “81 tahun Indonesia merdeka adalah perjalanan panjang yang harus kita syukuri sekaligus kita jadikan energi untuk terus bergerak maju. Kemerdekaan bukanlah titik akhir perjuangan, tetapi amanah bagi setiap generasi untuk menghadirkan kehidupan bangsa yang semakin berdaulat, adil dan makmur,” kata Khofifah.
Menurut dia, kedaulatan nasional perlu dibangun melalui berbagai sektor strategis, terutama pangan, energi, ekonomi, teknologi, dan sumber daya manusia. “Kita harus semakin berdaulat dalam pangan, energi, ekonomi, teknologi, sumber daya manusia dan berbagai sektor strategis lainnya. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berdiri tegak serta menentukan masa depannya sendiri,” tegasnya.
Khofifah menilai Jatim memiliki posisi strategis dalam memperkuat kedaulatan nasional melalui sektor pertanian, industri, perdagangan, pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Dari Jawa Timur, kita harus terus memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia. Setiap kekuatan dan potensi yang kita miliki harus kita optimalkan untuk memperkuat kemandirian dan daya saing bangsa,” ujarnya.
Selain memperkuat sektor strategis, Khofifah menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa. “Anak-anak muda hari ini adalah pemimpin Indonesia pada masa depan. Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga integritas, karakter, semangat kebangsaan dan keberanian untuk berkarya,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan berlangsung ketika sejumlah daerah masih menghadapi dampak bencana alam.
Ia mengajak masyarakat Jawa Timur mendoakan warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah.
“Hari ini kita mungkin berada di tempat yang berbeda, dalam keadaan yang berbeda. Tapi kita tetap satu Indonesia. Dan ketika saudara-saudara kita satu Indonesia sedang menghadapi musibah, kemerdekaan mengingatkan kita untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga hadir, peduli, dan saling menguatkan,” tuturnya. (ant/ibn)












