Intisari Berita:
- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tegaskan kesiapan daerah mengadopsi 4 pedoman kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
- Jawa Timur perkuat posisi sebagai lumbung pangan penopang swasembada 8 komoditas nasional hingga stabilisasi lewat pasar murah.
- Pemprov Jatim dorong pendidikan inklusif “No One Left Behind” guna maksimalkan bonus demografi dan target pertumbuhan ekonomi 6% di 2027.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur menyimak secara saksama pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Agenda kenegaraan tersebut berlangsung khidmat di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jumat (14/8/2026).
Seusai mendengarkan pidato di hadapan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tersebut, Gubernur Khofifah menggarisbawahi empat pedoman utama Presiden Prabowo yang menjadi fondasi kepemimpinan nasional selama hampir dua tahun masa baktinya.
Khofifah menegaskan bahwa keempat pedoman itu menjadi kompas strategis dalam mengakselerasi kemajuan Jawa Timur dengan tata kelola pemerintahan yang berpihak penuh pada rakyat.
“Kepemimpinan adalah tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” ungkap Khofifah.
Empat Pedoman Kepemimpinan: Landasan Konstitusi dan Kedaulatan Pangan
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo membeberkan empat pilar fundamental yang terus menjadi pegangan kepemimpinannya:
- Kepatuhan Konstitusi: Bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Perlindungan Kepentingan Vital: Menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital.
- Respon Cepat Tanggap: Bekerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat di lapangan.
- Orientasi Jangka Panjang: Menitikberatkan keberlanjutan kebijakan demi masa depan generasi penerus bangsa.
Menanggapi pedoman kedua terkait perlindungan kepentingan vital nasional, Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur memegang peranan kunci sebagai Lumbung Pangan Nasional guna merealisasikan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Ketika nasional tengah berupaya Swasembada Pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi Kedaulatan Pangan Berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum,” ucapnya.
Berdasarkan arahan Presiden Prabowo, Indonesia pada tahun ini tercatat telah mencapai swasembada untuk 8 (delapan) komoditas pangan pokok, yakni:
- Beras
- Jagung
- Gula konsumsi
- Daging ayam
- Telur ayam
- Bawang merah
- Cabai besar
- Cabai rawit
Capaian swasembada tersebut didukung penuh oleh postur agrikultur Jawa Timur yang kokoh sebagai produsen beras, jagung, gula, daging ayam, telur, hingga daging sapi terbesar se-Indonesia.
“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” tutur Khofifah.
Respon Cepat Melalui Pasar Murah dan Stabilisasi Harga
Pada implementasi pedoman ketiga, Khofifah mencontohkan langkah konkret Pemprov Jatim dalam merespons cepat dinamika kesulitan ekonomi masyarakat. Salah satu instrumen utama yang rutin digelar di berbagai kabupaten/kota adalah penyelenggaraan program Pasar Murah.
Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas daya beli dan ketersediaan pasokan pangan pokok agar permasalahan harga tidak berlarut-larut.
“Orientasi pemerintah adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat hadir, Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” tegas Gubernur Jatim.
SDM Unggul, Prinsip ‘No One Left Behind’, dan Target Pertumbuhan 6%
Memasuki pedoman keempat mengenai visi jangka panjang, Khofifah mengingatkan pentingnya mengonversi peluang Bonus Demografi yang dimiliki Indonesia dan Jawa Timur menjadi kekuatan produktif menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Jangan sampai kita nanti saat sampai pada Indonesia Emas 2045, merasa menyesal tidak berkontribusi signifikan,” ujarnya mengingatkan.
Selaras dengan prinsip Presiden Prabowo bahwa pembangunan paling mendasar bermula dari pembangunan manusia, Khofifah menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen utama untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
“Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan Sumber Daya Manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu. Kita tegaskan bahwa No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” papar Khofifah.
Mengakhiri keterangannya, Khofifah optimistis sinergi pembangunan antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif hingga lini terbawah akan mewujudkan kemandirian bangsa.
Melalui dorongan investasi dan penciptaan lapangan kerja, Pemprov Jatim siap menyokong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6 persen pada tahun 2027 sebagaimana diproyeksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.












