Nganjuk, Jatimmandiri.id – Ketua Koperasi Peternakan Solidaritas Indonesia (KPSI) Kunti Nur Aini untuk memperkuat ekonomi peternak rakyat melalui peluncuran program koperasi modern dan penyaluran 20.000 bibit ayam atau Day Old Chick (DOC).
Melalui KPSI, para peternak diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap permodalan, pendampingan usaha, penyediaan pakan dan bibit berkualitas, hingga perluasan jaringan pemasaran. Skema tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing peternak rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Pusat KPSI Kunti Nur Aini mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan jaringan koperasi dapat menjangkau sedikitnya 50 persen kecamatan di seluruh Nganjuk dalam 10 bulan ke depan, terutama di wilayah pinggiran yang membutuhkan tambahan sumber pendapatan masyarakat.
Pada tahap awal, sebanyak 20.000 ekor DOC telah didistribusikan kepada anggota peternak yang terverifikasi.
“Peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis peternakan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi keluarga di pedesaan,” ungkap Ketua KPSI Kunti Nur Aini pada wartawan, Sabtu (25/7/2026).
Kunti Nur Aini mengatakan, sektor peternakan masih memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah mendorong hadirnya kelembagaan yang mampu memperkuat posisi peternak rakyat melalui koperasi.
Menurutnya, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi peternak, mulai dari keterbatasan modal usaha, tingginya biaya pakan, akses pasar yang sempit hingga rendahnya daya tawar peternak, membutuhkan solusi yang terintegrasi.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat basis ekonomi kerakyatan di Kabupaten Nganjuk di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, koperasi menjadi instrumen penting untuk membangun kemandirian ekonomi peternak karena mampu menciptakan efisiensi usaha sekaligus memperkuat solidaritas antar anggota.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekonomi, tetapi juga menjadi sarana kolaborasi yang memungkinkan peternak saling mendukung dalam menghadapi dinamika usaha peternakan yang terus berkembang.
“Koperasi bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga sarana memperkuat kolaborasi, solidaritas, dan kebersamaan antar peternak,” katanya.
Melalui pengelolaan yang profesional dan transparan, koperasi diharapkan mampu mempermudah akses permodalan, menyediakan pendampingan usaha, membantu pengadaan pakan dengan harga lebih kompetitif, serta membuka jaringan pemasaran yang lebih luas bagi para peternak.
Kunti Nur Aini menegaskan, prinsip utama yang harus dijaga dalam pengelolaan koperasi adalah keberpihakan kepada peternak.
Kunti nur aini menegaskan, prinsip utama yang harus dijaga dalam pengelolaan koperasi adalah keberpihakan kepada peternak.
“Dari peternak, oleh peternak, dan untuk kesejahteraan peternak Nganjuk,” tegasnya.
Salah satu anggota KPSI asal Sawahan ketika bersama wartawan mengatakan, “Ia optimistis keberadaan koperasi peternak akan mampu menggerakkan ekonomi desa, menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya ketika namanya tidak mau disebutkan pada wartawan.
Sementara itu, Ketua KPSI Pusat, Kunti Nur Aini, mengapresiasi dukungan anggota.Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan bergabung menjadi anggota koperasi agar memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung dengan Koperasi Peternak Solidaritas Indonesia (KPSI). Selain membuka peluang usaha, program ini juga dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Kunti menargetkan dalam 10 bulan mendatang program KPSI dapat menjangkau sedikitnya separuh wilayah kecamatan di Nganjuk.












