Edu-Life & Sport

Kemendikdasmen Benahi 178 Sekolah di Bangkalan

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Kemendikdasmen Benahi 178 Sekolah di Bangkalan

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq ke Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Example 468x60

Madura, Jatimmandiri.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ini memperbaiki 178 sekolah rusak di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur sebagai upaya mewujudkan kegiatan belajar mengajar dengan baik dan didukung oleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Selasa, mengatakan kepastian perbaikan 178 sekolah rusak itu, berdasarkan pemberitahuan tentang penetapan sasaran perbaikan sekolah rusak tahun 2026 yang disampaikan Kemendikdasmen ke Pemkab Bangkalan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebanyak 178 sekolah ini, terdiri atas, 55 PAUD, 93 SD, dan 30 SMP, tersebar di sejumlah kecamatan.

Dia mengatakan 178 sekolah rusak itu masing-masing tersebar di 16 kecamatan, yakni Bangkalan, Arosbaya, Blega, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, dan Tragah.

“Selain melalui pemberitahuan, kepastian tentang perbaikan 178 sekolah rusak itu juga disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar Menengah Fajar Riza Ul Haq saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan kemarin,” kata dia.

Ia menjelaskan Kabupaten Bangkalan masuk program prioritas pemerintah pusat untuk memperbaiki sekolah rusak di Indonesia pada tahun ini yang jumlahnya mencapai 71 ribu sekolah.

“Sebab, sesuai keinginan Presiden sebagaimana disampaikan Wamen Dikdasmen saat berkunjung ke Bangkalan, pada 2029 tidak ada lagi sekolah rusak,” katanya.

Bupati Lukman Hakim menjelaskan bagi Pemda Bangkalan, kenaikan jumlah sekolah yang memperoleh bantuan tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan pada 2025 yang 43 sekolah.

“Tapi ini bukan sekadar soal berapa banyak sekolah yang dibangun atau diperbaiki. Ini tentang berapa banyak anak yang nantinya bisa belajar dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar dia.

Selain perbaikan gedung yang rusak, Pemkab Bangkalan juga terus berupaya meningkatkan standar pelayanan minimal di masing-masing satuan pendidikan seperti indikator partisipasi sekolah, kemampuan literasi dan numerasi, kualitas layanan PAUD, serta iklim keamanan, kebinekaan, dan inklusivitas sekolah.

Baca Juga  Rindu Juara Serindu-rindunya

“Dengan demikian, sekolah yang direvitalisasi harus menjadi sekolah yang semakin hidup. Bangunan yang baik harus ditopang pula dengan teknik pembelajaran yang semakin baik baik. Guru diperkuat, kepala sekolah diperkuat, dan ekosistem di sekitar anak juga harus menjadi lebih baik,” katanya. (ant/ayn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *