BeritaJatimPendidikan

Kelas Ambrol, 37 Siswa Diungsikan

×

Kelas Ambrol, 37 Siswa Diungsikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Malang, Jatimmandiri.id

Pemandangan tak mengenakkan kembali terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia. Kali ini, dua ruang kelas SD Negeri 2 Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, rusak berat di bagian atap hingga memaksa 37 siswa, diungsikan ke musala untuk mengikuti kegiatan belajar.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala SDN 2 Klepu, Edi Iswanto, mengatakan dua ruang kelas yang rusak digunakan siswa kelas IV dan VI dengan total 37 murid. “Ada dua kelas yang rusak, total muridnya ada 37 siswa. Sebanyak 18 siswa dari kelas empat dan 19 siswa dari kelas enam,” kata Edi sebagaimana dikutip Kompas.com, Senin (20/7).

Menurut Edi, kerusakan bangunan sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Balok kayu penyangga atap mulai lapuk akibat usia bangunan. Kondisi tersebut semakin parah setelah bangunan terdampak gempa pada 2 Juli 2026. Pergeseran sambungan balok menyebabkan kebocoran saat hujan hingga plafon berbahan asbes ambrol. “Kerusakan berat terjadi setelah gempa awal Juli. Balok kayu penyangga sudah rapuh sehingga sambungannya turun, kemudian terjadi kebocoran yang membuat plafon ambrol,” terang dia.

Demi keselamatan siswa, pihak sekolah menutup sementara dua ruang kelas tersebut. Seluruh kegiatan belajar kemudian dipindahkan ke musala yang berada di belakang sekolah. “Ruang kelas kami tutup sementara dan pembelajaran dipindahkan ke musala yang berada di belakang sekolah. Fasilitasnya cukup memadai untuk digunakan sementara,” kata Edi.

Dia menjelaskan, dua ruang kelas yang rusak berada dalam satu blok bangunan yang terdiri atas lima ruang kelas, yaitu kelas I, II, IV, V, dan VI. Bangunan tersebut terakhir direhabilitasi pada 2012. Pihak sekolah telah mengusulkan rehabilitasi terhadap seluruh blok bangunan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

“Kami mengusulkan perbaikan lima ruang kelas sekaligus. Informasinya sudah masuk dalam daftar prioritas dan kini tinggal menunggu kepastian anggaran,” ujarnya. Edi berharap rehabilitasi dapat segera direalisasikan agar para siswa kembali belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.

Baca Juga  Polresta Malang Kota Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Daerah, Sita 3,2 Kg Sabu dan 2.480 Butir Ekstasi

“Harapan kami bisa segera ditindaklanjuti. Kalau bisa tahun ini ada perbaikan agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak di musala,” katanya. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *