Infrastruktur

Kekayaan Terbesar Indonesia, Diskursus Menuju 52nd G7 Summit Perancis

×

Kekayaan Terbesar Indonesia, Diskursus Menuju 52nd G7 Summit Perancis

Sebarkan artikel ini
MU'ISYUL HAQ AL HASANY, Direktur Kinetic International Language dan Dewan Pakar PKS Lamongan
Example 468x60

Oleh: MU’ISYUL HAQ AL HASANY

Direktur Kinetic International Language dan Dewan Pakar PKS Lamongan

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pasca perang dunia 2 Amerika tumbuh menjadi kekuatan militer terkuat dunia.

Puluhan tahun berlalu, peta persaingan kekuatan dunia semakin ketat.

Semakin banyak negara yang meniru pola industri dan innovasi dan memperoleh kemajuan ekonomi yang pesat, seperti Korea Selatan, China dan India.

Ditengah persaingan dan kepentingan antar negara, terdapat pertemuan negara-negara G7 ke 52 di Perancis, dan pihak kepresidenan Perancis mengambil tema “Reducing Global Imbalances” dengan tema diskusi tentang stabilitas ekonomi dan perdagangan dunia, pengamanan rantai pasokan mineral, pengembangan dan tatakelola AI, ketahanan energi dan infrastruktur, serta penanganan krisis dunia.

Di momen disikusi penataan kehidupan bernegara di G7 Summit, adalah saat yang tepat untuk bisa secara mendalam berdiskusi, dengan melihat cita-cita para pendiri bangsa dan para pemimpin bangsa, apa modal kekayaan Indonesia yang akan bisa, menjadi bekal untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara terkuat dunia.

Di era mesin bertemu komputer dan internet, era society 5.0, apa sebenarnya formulasi yang patut dikembangkan untuk menjadi negara terkuat.

Apakah negara dengan sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi, literasi tinggi, atau sumber daya alam terbarukan dan tidak terbarukan yang melimpah adalah rahasia formulasi negara maju?

Amerika memiliki luas wilayah terluas ketiga setelah Russia dan China. Meskipun posisi ke tiga, Amerika memiliki posisi sebagai negara ekonomi terkuat dunia.

Mereka dikenal memiliki sumber daya alam terbarukan dengan bentang dataran yang paling luas dan subur (Great Plain). Sementara China memiliki wilayah luas namun bergunung-gunung, dan Russia dengan wilayah tanah yang terlalu dingin.

Keunggulan agraris Amerika dimanfaatkan dengan baik oleh Amerika pada investasi ilmu pengetahuan, teknologi, sumber daya manusia dan pendidikan tinggi serta pembangunan industri statis dan dinamis.

Baca Juga  Bupati Gresik Pantau Pembangunan Sekolah Rakyat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kekayaan alam yang mereka investasikan pada science dan teknologi melahirkan banyak perusahaan yang memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mampu ekspor menjadi komoditas nilai kekayaan bagi Amerika.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang beragam. Jika dilihat dari keragaman atau diversity-nya, Indonesia adalah negara terkaya dengan jenis flora dan fauna termasuk dalam megabiodiversity dari 17 negara megabiodiversity terbanyak di dunia.

Keragaman laut Indonesia dianggap sebagai yang tertinggi di dunia. Lokasi Indonesia di bumi menjadi satu satunya negara di garis Wallacea sehingga memiliki spesies yang sangat unik, didukung ribuan pulau dan berbagai lautan.

Namun apakah modal kekayaan alam melimpah adalah kunci kemajuan negara. Dalam hal ini Greg Bankoff & Peter Boomgaard dalam bukunya “A History of Natural Resources in Asia: The Wealth of Nature” menjelaskan di masa abad 17-18 negara-negara Asia ini memanfaatkan aset unggulan mereka antara lainJepang: kayu dan hasil hutan.

Nusantara (Indonesia): rempah-rempah seperti cengkih, pala, dan lada. Tiongkok: sutra, teh, dan porselen.
India: kapas, tekstil, dan rempah-rempah.

Siam (Thailand): beras dan kayu jati (teak) yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan kapal. Setelah mencapai era Revolusi Industri, apa yang dinilai sebagai Sumber Daya Alam meningkat menjadi listrik, gas alam, minyak bumi, logam dan mineral, hasil pertanian modern, perkebunan modern, perikanan dan kelautan modern.

Saat ini kita berada di era internet dan media sosial. Kekayaan Sumber Daya Alam lebih jauh berkembang.

Apa yang disebut sebagai Sumber Daya Alam menjadi naik level. Baru saja di Indonesia, ilmuwan Indonesia Ali Zum Mashar berhasil menemukan penemuan dalam bioteknologi yaitu “mikroba Google” atau BIOP 2000Z.

Penemuannya ini mampu menyuburkan tanah yang gersang atau tidak subur seperti padang pasir dan gambut.

Baca Juga  Tak Puas Sekali, Pemkab Blora Kembali Sidak Rahasia Sukses Air Minum Jombang

Penemuan lain lahir di UI, tim Universitas Indonesia di bawah pimpinan Wellyzar Sjamsuridzal menghebohkan dunia dan diterima di lembaga jurnal ilmiah bergensi yaitu International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology dengan penemuan mereka mikroba baru, Thermus javaensis, mikroba termofilik yang mampu hidup pada suhu sangat tinggi, bahkan mendekati titik didih air.

Ini merupakan temuan bioteknologi yang bernilai Trilliunan karena mampu menghasilkan enzym untuk teknologi PCR, yang digunakan di kedokteran seperti: Tes penyakit menular (COVID-19, TBC, hepatitis, HIV).

Pemeriksaan kanker berbasis genetik.

Tes forensik dan identifikasi korban bencana, tes hubungan kekerabatan dan analisis DNA, pemuliaan tanaman dan hewan, riset obat, vaksin, dan rekayasa genetika, serta diagnostik prenatal dan penyakit keturunan.Enzym yang ada adalah dari bakteri di kawasan geothermal Yellowstone Amerika.

Dengan penemuan ini, diharapkan ada enzym yang lebih baik karena ditemukan di kawasan geothermal yang lebih panas dibanding mikroba yang ada di Yellowstone.

Dengan sudut pandang bioteknologi, kekayaan Indonesia menjadi nilai yang sangat tinggi karena memiliki rangkaian gunung berapi, pertemuan rangkaian gunung berapi Circum Pacifik dan Circum Mediteranian.

Bagaimana jika kekayaan Indonesia dilihat dari sudut pandang ilmu sosial humaniora, ekonomi mikro, ekonomi makro, teknik mesin, sastra, dan semua cabang ilmu, tentu kekayaan Indonesia memiliki kekayaan super besar dengan kekayaan adat, suku, bahasa, ribuan pulau, iklim flora dan fauna, kehidupan bawah laut, serta keunggulan manusia masyarakat Indonesia.

Semoga Indonesia mampu mengelola kekayaan alamnya di era 5.0 ini dengan pendekatan riset, pengembangan, industri, sekaligus konservasi alam. Inilah tugas manusia sebagai Khalifah di bumi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *