Dalam Negeri

Jembatan KA Jember Diuji 180 Ton, Keselamatan Jadi Prioritas

×

Jembatan KA Jember Diuji 180 Ton, Keselamatan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Uji coba Jembatan BH 307 di petak Jalan Rel Arjasa-Kotok menggunakan Lokomotif CC 300 yang beratnya lebih dari 180 ton.
Example 468x60

Jember, Jatimmandiri.id –  Dua jembatan baru di jalur kereta api Jember–Kalisat menjalani pengujian dengan beban lebih dari 180 ton. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur rel mampu menopang perjalanan kereta api secara aman, nyaman, dan andal dalam jangka panjang.

Uji fungsi Jembatan BH 307 dan BH 312 di petak jalan rel Arjasa–Kotok, Kabupaten Jember, dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya bersama Balai Pengujian Perkeretaapian.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan mengatakan pengujian dilakukan dengan dua lokomotif CC300 dengan total berat lebih dari 180 ton. Beban tersebut digunakan untuk mengukur kelendutan sekaligus memastikan kekuatan struktur jembatan.

“Jembatan BH 307 dan 312 diuji kelendutan dan kekuatan strukturnya secara maksimal menggunakan 2 lokomotif CC300 yang berat totalnya mencapai lebih dari 180 ton,” kata Denny dalam keterangannya, Kamis.

Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang telah berdiri sejak era 1950-an. Hasil pengujian akan menjadi dasar untuk memastikan tingkat kelenturan dan kekuatan struktur sesuai standar, mengingat jembatan baru diproyeksikan dapat digunakan lebih dari 50 tahun.

Denny menegaskan pengujian tersebut merupakan bagian prinsipal dari peningkatan jalur KA Jember–Kalisat. Menurutnya, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama karena jalur tersebut memiliki aktivitas perjalanan kereta yang cukup tinggi.

“Uji fungsi itu menjadi salah satu hal yang sangat prinsipal dalam paket upgrade jalur KA Jember-Kalisat. Keselamatan dalam perjalanan KA merupakan hal yang tidak dapat ditawar karena keselamatan perjalanan kereta api adalah hal yang utama,” tuturnya.

Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menilai peningkatan kualitas prasarana menjadi kunci dalam menjaga keselamatan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Baca Juga  Bahayakan Pengendara, Aspal 3 Lintasan Kereta di Tulungagung Rusak Parah

“Kami mengapresiasi DJKA yang terus meningkatkan kualitas infrastruktur melalui pembangunan dan pengujian jembatan. Infrastruktur yang semakin andal akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan serta mendukung operasional kereta api yang lebih optimal,” ujar Cahyo.

Lintas Jember–Ketapang menjadi salah satu jalur strategis di wilayah Daop 9 Jember. Dari 30 frekuensi perjalanan kereta api setiap hari di wilayah tersebut, sebanyak 24 perjalanan melintasi lintas Jember–Ketapang. Karena itu, keandalan prasarana berperan penting dalam menjaga keselamatan, kelancaran, dan ketepatan waktu perjalanan.

Peningkatan infrastruktur juga berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan kereta api. Pada Semester I 2026, KAI Daop 9 Jember melayani 3.511.004 penumpang, naik 6,18 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 3.306.801 penumpang.

“Keandalan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api,” kata Cahyo.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah penumpang tersebut menunjukkan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan andal untuk menunjang mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

3.563 Napi Langsung Bebas Jakarta, Jatim Mandiri Sebanyak 174.791 narapidana dan anak binaan di seluruh Indonesia menerima remisi dan pengurangan…

Berita

Polda Jatim Kirim Bantuan ke NTT Surabaya, Jatim Mandiri Pemerintah menyiapkan dana siap pakai Rp5 triliun untuk mempercepat penanganan bencana…