Boyolali, Jatimmandiri.id – Suasana haru, bahagia, dan penuh rasa syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Solo di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Rabu (3/6/2026) dini hari.
Para jemaah asal Kabupaten Tegal yang baru menyelesaikan ibadah haji di Tanah Suci tampak lega dan bersyukur setelah kembali ke Indonesia dengan selamat.
Setibanya di bandara, sejumlah jemaah langsung melakukan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas kelancaran perjalanan ibadah dan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan jemaah mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada dini hari. Momen emosional terlihat ketika beberapa jemaah meneteskan air mata haru dan bersujud sesaat setelah turun dari pesawat.
Bagi mereka, kesempatan menunaikan rukun Islam kelima sekaligus kembali ke tanah air dalam kondisi sehat merupakan anugerah yang sangat berharga. Selama lebih dari satu bulan berada di Tanah Suci, para jemaah menjalani berbagai tahapan ibadah yang menjadi pengalaman spiritual mendalam dalam hidup mereka.
Salah seorang jemaah, Nur Idayanti, mengaku bersyukur seluruh proses ibadah yang dijalaninya berlangsung lancar. Namun di balik rasa bahagia tersebut, ia juga mengenang dua rekan satu kloter yang wafat di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, ini nikmat yang luar biasa. Semua dimudahkan oleh Allah SWT. Kami harus banyak bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Namun dari 360 jemaah, ada dua orang yang telah meninggalkan kami di Tanah Suci,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Samukri yang turut melakukan sujud syukur sesaat setelah tiba di Indonesia. Ia merasa bersyukur karena diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Kami sangat bersyukur karena diberi hidayah dan keselamatan hingga bisa kembali ke Indonesia tanpa kendala. Selama berada di Tanah Suci kami juga diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rukun, wajib, dan sunnah haji dengan baik,” katanya.
Sebelum kembali ke daerah asal, seluruh jemaah terlebih dahulu dibawa ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Di lokasi tersebut dilakukan proses serah terima dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo kepada petugas haji daerah.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan bahwa saat keberangkatan kloter pertama tercatat sebanyak 360 jemaah. Namun jumlah yang kembali ke Indonesia berkurang menjadi 358 orang karena dua jemaah asal Kabupaten Tegal meninggal dunia di Tanah Suci sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Total jemaah saat berangkat sebanyak 360 orang, sedangkan yang kembali hari ini berjumlah 358 orang. Dua jemaah asal Kabupaten Tegal wafat di Tanah Suci. Hingga saat ini total jemaah Embarkasi Solo yang meninggal dunia mencapai 27 orang,” jelas Fitriyanto.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir dalam penyambutan jemaah haji memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Menurutnya, kualitas pelayanan kepada jemaah terus mengalami peningkatan berkat sinergi berbagai instansi, mulai dari petugas haji, imigrasi, hingga kementerian terkait yang bekerja secara terintegrasi.
“Saya melihat pelayanan haji semakin baik. Ada petugas, imigrasi, dan berbagai layanan lainnya yang saling terintegrasi. Penunjukan koordinator wilayah di setiap provinsi juga semakin memperkuat pelayanan sehingga jemaah mendapatkan layanan yang lebih optimal,” ujar Ahmad Luthfi.
Pada hari yang sama, Embarkasi Solo juga dijadwalkan menerima kedatangan jemaah haji dari kloter dua dan kloter tiga asal Kabupaten Tegal.
Kedatangan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya fase pemulangan jemaah haji Embarkasi Solo dari Tanah Suci menuju Indonesia setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2026.












