Intisari Berita:
- IPW mencurigai adanya intervensi politik di balik mutasi 7 anggota Satres Narkoba Polrestabes Surabaya usai membekuk 3 anggota DPRD Gerindra.
- Mutasi perwira dan bintara ke level polsek itu tertuang dalam telegram ST/309/X/KEP/2026 yang diteken Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
- Polrestabes Surabaya membantah tudingan intervensi dan menegaskan pergeseran jabatan murni dinamika organisasi serta penyegaran karier.
Surabaya, Jatim Mandiri — Keputusan rotasi jabatan terhadap tujuh personel Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polrestabes Surabaya memicu polemik luas. Pasalnya, pergeseran tugas tiga perwira dan empat bintara tersebut bergulir tidak lama setelah mereka menangkap tiga anggota DPRD asal Partai Gerindra dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika di sebuah hotel di kawasan Ketintang, Surabaya.
Gelombang mutasi itu tertuang resmi dalam Surat Telegram bernomor ST/309/X/KEP/2026 bertanggal 23 Oktober 2026 yang ditandatangani langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.
Indonesia Police Watch (IPW) secara terbuka menyoroti kejanggalan di balik penerbitan surat mutasi tersebut pada Senin (2/11/2026), menganggap timing penempatan baru ini sarat kejanggalan dan patut diinvestigasi lebih mendalam.
Daftar 7 Personel Satres Narkoba yang Tergeser ke Polsek
Ketujuh personel yang sebelumnya bertugas di garda terdepan penindakan narkoba Polrestabes Surabaya kini dialihkan menempati pos penugasan baru di tingkat polsek jajaran serta bagian pembinaan staf:
- Iptu Kevin Asshabul Kahfi: Sebelumnya menjabat Kanit 1 Satres Narkoba Polrestabes Surabaya, kini dimutasi sebagai Kanit Reskrim Polsek Gubeng.
- Iptu Aan Dwi Satriyo Yudho: Semula menjabat Kasubnit 1 Unit 1 Satres Narkoba, dipindahkan menjadi Ps Kaur Subbag Binkar SDM Polrestabes Surabaya.
- Ipda Andri Kiki: Sebelumnya menjabat Kasubnit Satres Narkoba, kini mengemban jabatan baru sebagai Ps Kanit Reskrim Polsek Tambaksari.
- Aiptu Sri Ismanto: Bintara Satres Narkoba, dipindahtugaskan ke Polsek Tegalsari.
- Aiptu Anton Yuniarso: Bintara Satres Narkoba, dimutasi ke Polsek Tegalsari.
- Aipda Rico Pramana: Bintara Satres Narkoba, dialihkan tugas ke Polsek Tambaksari.
- Bripka Rangga Pinileh: Bintara Satres Narkoba, kini bertugas di Polsek Genteng.
IPW Desak Kapolda Jatim Turun Tangan Evaluasi TR Mutasi
Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menduga kuat adanya aroma campur tangan dan tekanan eksternal di balik terbitnya TR mutasi tersebut. Sugeng menekankan, penegakan hukum terhadap pejabat publik tidak semestinya berujung pada konsekuensi negatif bagi aparat yang menjalankan kewajiban dinas.
“Ini (mutasi) ada potensi memang intervensi. Memang penangkapan tiga anggota DPRD tersebut kan terpublikasi dan tentu membuat malu. Tapi itu kan konsekuensi dan menurut saya harus dipublikasikan,” lugas Sugeng.
Sugeng mendesak audit penanganan perkara untuk memastikan apakah personel di lapangan melakukan penyimpangan prosedur kerja atau murni menjalankan tugas profesionalnya.
“Harus diteliti apakah di sana dalam penanganannya ada pelanggaran. Kalau tidak ada pelanggaran maka ini bisa diduga kuat adalah karena intervensi. Apabila memang ada intervensi, proses mutasi ini tidak sehat, ya. Tidak menjadi satu tujuan daripada proses tour and duty dari anggota Polri sebagai pengembangan karir,” urainya.
IPW secara khusus meminta perhatian dari Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko, agar meninjau ulang surat telegram tersebut, sejalan dengan instruksi pimpinan tertinggi Polri yang tengah memasifkan perang melawan narkotika.
“Ini kan Pak Kapolri sedang menggencarkan proses penangkapan narkoba. Saya berharap Pak Kapolda Jatim mengevaluasi TR ini apakah memang sudah tepat. Kalau nanti memang ada intervensi dari pihak-pihak tertentu yang merasa tidak suka tiga anggota DPRD ini dipublikasikan dan membuat mutasi tersebut terjadi, IPW tentu menyayangkan,” imbuh Sugeng.
Gaya Sosmed Kapolrestabes Disorot Warganet dan Pegiat Medsos
Selain respon dari pengamat kepolisian, kegaduhan rotasi ini merebak ke ranah media sosial. Aktivitas digital Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan yang aktif di jejaring sosial disentil langsung oleh konten kreator sekaligus konsultan keuangan, Roy Sakti, lewat akun Instagram miliknya (@royshakti).
“Pak Luthfie Kapolrestabes Surabaya, tolong dijelaskan kepada masyarakat kenapa 7 orang anggota polisi yang menggerebek DPR Gerindra yang pesta narkoba itu malah dimutasi. Anda kan paling sosmed to. Saya tunggu penjelasannya Pak Luthfie, Anda kan sukanya ngonten,” sindir Roy Sakti dalam unggahan videonya.
Roy menilai klarifikasi terbuka dari pimpinan Polrestabes Surabaya sangat krusial agar tidak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat luas.
“Jangan gara-gara urusan narkoba partai penguasa, kemudian polisi takluk,” lanjut Roy.
Klarifikasi Polrestabes Surabaya: Murni Penyegaran Organisasi
Merespons gelombang spekulasi tersebut, Polrestabes Surabaya melalui Kasi Humas AKP Hadi Ismanto membantah keterkaitan antara pergeseran 7 personel dengan perkara narkoba yang menyeret oknum anggota dewan. Ia menegaskan mutasi jabatan adalah instrumen wajar dalam pembinaan struktur organisasi Polri.
“Itu (rotasi bagian dari dinamika organisasi hingga penyegaran tubuh Polri) sudah jelas ya,” tegas AKP Hadi Ismanto.
AKP Hadi mengimbau publik untuk tidak menghubung-hubungkan penempatan anggota dengan spekulasi liar tanpa dasar fakta hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Terkait penanganan perkara narkotika yang sebelumnya ditangani Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, proses penanganannya dilakukan sesuai ketentuan dan mekanisme hukum yang berlaku,” papar Hadi.
“Polrestabes Surabaya tetap berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional, transparan dan tidak membeda-bedakan latar belakang maupun status seseorang,” pungkasnya memastikan.












