Politik

Hasto Minta Kader PDIP Berani Membela Rakyat

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Hasto Minta Kader PDIP Berani Membela Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan kader partai tidak boleh takut membela rakyat. Pesan itu disampaikan dalam konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung pada Jumat (30/10) malam. Hasto mengarahkan keberanian kader agar berpihak kepada rakyat, terutama ketika berhadapan dengan pihak yang menindas rakyat kecil.

Dalam keterangannya, Hasto menyampaikan bahwa kader tidak seharusnya mundur saat melihat rakyat tertindas. Ia menyebut sikap tersebut sebagai bagian dari keberpihakan yang harus dijalankan anggota partai. “Kalau melihat rakyat tertindas, takut sama krimininalisasi penegak hukum, jangan pernah menjadi kader PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hasto membuka arahannya dengan menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia kemudian menguraikan nilai yang menurutnya perlu melekat pada kader. Dengan merujuk perenungan Megawati, Hasto menempatkan keyakinan sebagai pangkal dari sikap dan tindakan kader partai.

“Keyakinan menghasilkan keteguhan, keberanian dan kesabaran,” tuturnya. Hasto menyampaikan keyakinan sebagai dasar yang dapat membentuk keteguhan, keberanian, serta kesabaran. Ia lalu menghubungkan rangkaian nilai itu dengan semboyan yang menjadi bagian dari tradisi partai, yakni “Satyam Eva Jayate”.

“Kalau keempat-empatnya ini menjadi satu, itu menjadi ‘Satyam Eva Jayate’, kebenaran akan menang,” ujarnya. Hasto menyampaikan semboyan tersebut sebagai penutup rangkaian pemikirannya tentang nilai yang perlu menyertai kader. Dalam arahannya, ia juga menjelaskan cara partai menjalankan pertarungan politik, yakni melalui ide dan gagasan, bukan serangan terhadap pribadi.

“Jangan menyerang secara personal. Kita bertarung dari ide dan gagasan,” tegas Hasto. Ia menekankan agar perbedaan dalam politik tidak diarahkan menjadi serangan personal. Menurut arahannya, gagasan dan kekuatan struktur partai menjadi landasan dalam pertarungan politik.

Baca Juga  Harlah PKB Ke-28, Laila Mufidah Puji Soliditas DPAC Sukolilo

Hasto turut menyampaikan prinsip kesetaraan yang dipegang PDI Perjuangan. Ia mengatakan partai tidak membedakan seseorang berdasarkan latar belakang suku, agama, status sosial, maupun jenis kelamin. “PDI Perjuangan sangat kokoh, kita tidak pernah membedakan seseorang dari suku, agama, status sosial, dan jenis kelamin,” kata Hasto.

Selain soal keberpihakan dan cara berpolitik, Hasto menyoroti penyusunan strategi pemenangan pemilu. Ia menyatakan pendekatan tradisional yang mengandalkan tebakan tidak lagi sesuai dengan perkembangan saat ini. Menurutnya, strategi perlu dirancang dengan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Mendesain strategi pemenangan pemilu kalau dulu itu ada yang pakai tradisional, nah sekarang nggak zamannya lagi, sekarang berbasis data,” kata Hasto. Rapat malam itu dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti, yang menyampaikan laporan perkembangan organisasi.

Dalam konsolidasi tersebut, Winarti didampingi Sekretaris DPD Palgunadi, jajaran bendahara dan struktur partai, para anggota DPRD Provinsi, serta ketua, sekretaris, dan bendahara DPC se-Lampung. Hadir pula anggota DPR RI Mukhlis Basri dan Ketut Suwendra, serta kader muda DPP PDIP, di antaranya M. Guntur Romli. Arahan Hasto mencakup keberanian membela rakyat, nilai kader, prinsip kesetaraan, serta strategi politik berbasis data.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *