Intisari Berita:
-
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak anggota Pramuka aktif memperkuat ketahanan pangan nasional pada Peringatan Hari Pramuka Ke-65.
-
Jawa Timur perkuat posisi sebagai lumbung pangan nasional dengan kontribusi gula 51 persen nasional dan produksi padi 10,44 juta ton GKG pada 2025.
-
Gerakan Pramuka dinilai menjadi kawah candradimuka untuk mendorong regenerasi petani muda berbasis teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka, khususnya di Jawa Timur, untuk mengambil peran nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Langkah ini dinilai strategis mengingat swasembada pangan bukan sekadar urusan produksi, melainkan bagian vital dalam memperkuat kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan Peringatan Hari Pramuka Ke-65 pada 14 Agustus 2026, yang mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda Pramuka sangat krusial karena memiliki energi, kreativitas, serta keunggulan adaptasi teknologi.
“Gerakan Pramuka memiliki kekuatan luar biasa karena hadir sampai ke akar rumput dan membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial. Kekuatan ini harus kita sinergikan untuk ikut menjaga ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (14/8/2026).
Khofifah menjelaskan bahwa kontribusi anggota Pramuka bisa dimulai dari aksi sederhana di lingkungan sekolah, keluarga, dan komunitas.
Beberapa di antaranya yaitu membiasakan diri tidak membuang makanan, memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk tanaman produktif, mengenalkan dunia pertanian, hingga menjaga kelestarian lingkungan hidup.
“Semangat Pramuka adalah semangat untuk hadir, berkarya dan memberikan manfaat. Karena itu, Pramuka harus menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutannya,” tegasnya.
Posisi Strategis Jawa Timur dan Capaian Sektor Pangan
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menguraikan posisi strategis Jawa Timur sebagai penyangga utama pangan nasional, khususnya pada komoditas tebu dan padi.
Di sektor pergulaan, Jawa Timur menyumbang sekitar 51 persen dari total produksi gula nasional. Capaian produksi gula kristal putih Jatim pada 2025 menembus angka 1,34 juta ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.
“Ini semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai penyangga utama industri gula nasional sekaligus daerah strategis dalam ikhtiar mewujudkan swasembada gula,” ungkapnya.
Memasuki tahun 2026, Jawa Timur dipercaya menjalankan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare.
Total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
Sementara pada sektor tanaman pangan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen padi Jawa Timur tahun 2025 mencapai 1,84 juta hektare (naik 13,88 persen).
Total produksi padi menembus 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 6,03 juta ton beras konsumsi.
Dorong Regenerasi Petani Muda Berbasis Teknologi
Khofifah mengingatkan bahwa besarnya capaian produksi pangan tersebut wajib diimbangi dengan proses regenerasi pelaku sektor pertanian.
Gerakan Pramuka dipandang sebagai wadah yang sangat pas untuk menumbuhkan minat generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian modern.
“Anak-anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor masa depan. Pertanian hari ini bukan hanya tentang mencangkul dan menanam, tetapi juga teknologi, inovasi, digitalisasi, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun rantai nilai pangan yang berkelanjutan. Di sinilah Pramuka bisa mengambil peran strategis,” tuturnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai Dasa Darma seperti gotong royong, disiplin, dan kemandirian merupakan modal karakter kuat untuk menghadapi tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur Khofifah mengucapkan selamat Hari Pramuka Ke-65 kepada segenap jajaran pengurus Kwarda, Kwarcab, Kwarran, Gugus Depan, SAKA, SAKO, pembina, hingga para peserta didik di Jawa Timur.
“Selamat Hari Pramuka Ke-65. Mari terus kobarkan semangat Satya dan Darma Pramuka. Jadilah generasi yang tangguh, mandiri, produktif, peduli dan selalu siap memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Khofifah.












