Jember, Jatimmandiri.id – Grand Final Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 menjadi ajang unjuk kreativitas ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui tema HEAL (Humanity, Earth, and Life), JFC 2026 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan visual yang memanjakan mata, tetapi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kemanusiaan, kelestarian bumi, dan keberlangsungan kehidupan melalui karya seni.
Dibalik kemegahan parade yang memukau, persiapan panjang sejak pagi sudah terasa di area belakang panggung. Aktivitas menyempurnakan kostum, memasang aksesori hingga merapikan riasan dan seluruh property yang akan ditampilkan di lintasan karnaval.
Setiap karya yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi desainer, seniman, dan tim pendukung yang telah bekerja selama berbulan-bulan demi menghadirkan penampilan terbaik di salah satu festival karnaval terbesar di dunia.
Salah seorang peserta asal Padang, Sumatera Barat, Asril Dani, mengatakan timnya telah mempersiapkan diri sejak enam bulan lalu agar dapat tampil maksimal di JFC 2026.
“Persiapan untuk mengikuti JFC 2026 sudah kami lakukan sejak setengah tahun yang lalu. Mulai dari menyusun konsep, membuat kostum, latihan, hingga memastikan seluruh detail siap saat tampil di Jember. Semua proses itu membutuhkan kerja keras dan kekompakan tim,” ujar Asril.
Baginya, JFC bukan sekadar peragaan busana karnaval, tetapi juga wadah memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
“Kami bangga bisa mewakili Padang dan budaya Minangkabau di JFC. Harapannya, karya yang kami tampilkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan seni dan tradisi,” lanjutnya.
Tidak hanya peserta dari Sumatera Barat, kontestan dari berbagai provinsi juga membawa konsep yang beragam. Mulai dari kostum bertema legenda daerah, budaya lokal, hingga isu lingkungan dan kemanusiaan, seluruhnya memperlihatkan kekayaan ide serta kreativitas para kreator Tanah Air.
Suasana di balik panggung pun memperlihatkan semangat kebersamaan. Para peserta saling membantu merapikan kostum, memasang aksesori, hingga memberikan dukungan menjelang tampil. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu ciri khas JFC sebagai festival budaya bertaraf internasional.
Penyelenggaraan tahun ini kembali menegaskan bahwa kesuksesan JFC lahir dari proses panjang, disiplin, kreativitas, serta semangat gotong royong seluruh peserta selama berbulan-bulan. Dengan persiapan yang matang, mereka berharap mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus semakin mengukuhkan Jember sebagai rumah bagi salah satu festival karnaval paling bergengsi di dunia.












