Surabaya, Jatimmandiri.id, – Festival UMKM dan Pasar Malam yang digelar di Alun-Alun KBD (Kota Baru Driyorejo) sukses menjadi perhatian masyarakat luas. Berlangsung cukup lama dari tanggal 5 hingga 15 Juni festival ini terus menunjukkan tren antusiasme pengunjung yang sangat tinggi setiap harinya.
Sistem masuk tanpa tiket alias gratis yang diterapkan oleh pihak penyelenggara terbukti menjadi magnet utama. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan, sehingga mereka dapat berkunjung berkali-kali tanpa terbebani biaya masuk.
Kebijakan tiket masuk gratis ini membawa dampak positif yang signifikan bagi para pemilik stan. Salah seorang pedagang di festival tersebut mengaku sangat terbantu dalam mendongkrak omset penjualannya. Menurutnya, sejak hari pertama pembukaan hingga menjelang pertengahan acara, area festival selalu dipadati oleh pengunjung.
”Alhamdulillah pengunjung jadi tidak bosan-bosan. Setiap malam bisa datang dan belanja” ujar Yanto selaku pedagang difestival.
Ia juga membocorkan bahwa selama festival berlangsung, tidak ada produk dominan yang paling laris karena semua sektor rata diserbu pembeli. Mulai dari stan fashion, kuliner, arena ketangkasan, hingga wahana permainan semuanya laris manis dan menuai keuntungan merata.
Festival ini juga menjadi hiburan alternatif yang dinantikan oleh warga sekitar maupun pengunjung dari luar daerah. Selain berburu kuliner dan pakaian dengan harga terjangkau, kehadiran wahana permainan ala dunia fantasi/pasar malam menjadi daya tarik yang paling memikat.
Salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa wahana permainan adalah alasan utamanya datang ke festival ini.
“Saya lebih suka ke wahananya, karena jujur dari kecil belum pernah naik wahana seperti ini ” tutur Erlangga selaku pengunjung.
Ia juga menambahkan bahwa suasana festival akan memuncak dan menjadi sangat ramai, terutama pada malam Minggu.
Meski dinilai sukses, baik pedagang maupun pengunjung menaruh harapan besar agar festival KBD Driyorejo di tahun-tahun berikutnya bisa dikemas jauh lebih baik lagi.
Dari sudut pandang pelaku usaha, mereka berharap skala festival bisa diperbesar dengan konsep panggung hiburan yang lebih bervariasi, termasuk menyediakan segmen acara khusus untuk anak-anak hingga anak muda.
Sementara itu, dari sisi fasilitas umum, pengunjung menyoroti kenyamanan infrastruktur Alun-Alun KBD yang dinilai masih perlu perbaikan.
“Harapan saya tahun depan semoga lebih meriah lagi. Terutama tempatnya, karena lantainya saat ini masih banyak batu-batu yang kurang nyaman,” ujar Erlangga.
Dengan menyisakan beberapa hari sebelum penutupan pada 15 Juni nanti, festival KBD Driyorejo diprediksi akan terus mengalami puncaknya dan menjadi perputaran ekonomi yang sehat bagi warga dan pelaku UMKM setempat.












