Jogja

Empat PTKIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Empat PTKIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Kementerian Agama mengumumkan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi di Indonesia dengan kualitas riset terbaik, berdasarkan pilar Research Quality Times Higher Education World University Rankings 2027. Keempat PTKIN tersebut adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menempati peringkat pertama, disusul UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada posisi kedua. Selanjutnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi kesembilan dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung di posisi kesepuluh. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan pernyataan penting terkait pencapaian membanggakan tersebut di Jakarta.

Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian luar biasa ini diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya, khususnya dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas secara menyeluruh. “Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian ini diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya, khususnya dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Suyitno juga turut mengapresiasi raihan prestasi tersebut secara mendalam. Menurut dia, masuknya empat PTKIN dalam jajaran 10 besar menunjukkan semakin kuatnya kontribusi PTKIN, khususnya dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan di tingkat nasional. Ia mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa PTKIN tidak hanya berkembang dalam aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan riset yang berkualitas tinggi bagi masyarakat luas.

Lebih lanjut, Suyitno menegaskan bahwa prestasi ini harus menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas akademik secara berkelanjutan. “Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas. Kita ingin riset PTKIN semakin relevan, memiliki dampak, dan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa dan kemanusiaan,” katanya. Penguatan ekosistem riset terbukti menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam saat ini.

Baca Juga  Bupati Sleman Minta PSS Berbenah agar Tak Kecewakan Suporter

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag Sahiron meminta civitas akademika PTKIN untuk terus memperkuat budaya akademik dan riset secara konsisten. Menurut dia, capaian empat PTKIN tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki potensi yang sangat besar untuk bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi global. “UIN Sunan Kalijaga bahkan menempati posisi pertama dalam daftar tersebut dengan skor 82,8. Tiga PTKIN lainnya juga masuk 10 besar nasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset PTKIN semakin diperhitungkan,” ujar Sahiron.

Ia menjelaskan bahwa Research Quality dalam THE WUR mencerminkan sejumlah aspek penting dalam kualitas riset, antara lain dampak, kekuatan, keunggulan, dan pengaruh riset yang dihasilkan. Karena itu, capaian tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah publikasi semata, tetapi juga bagaimana penelitian yang dilakukan perguruan tinggi memiliki kualitas, pengaruh, dan kontribusi yang lebih luas bagi kehidupan.

Skor empat PTKIN yang masuk dalam 10 besar kualitas riset perguruan tinggi di Indonesia yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan skor 82,8, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan skor 60,2, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan skor 44,2, lalu UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan skor 43,8.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *