Jatim

dr Benjamin Kristianto Desak Koperasi Merah Putih Dikelola Profesional

×

dr Benjamin Kristianto Desak Koperasi Merah Putih Dikelola Profesional

Sebarkan artikel ini
dr Benjamin Kristianto
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, dr Benjamin Kristianto
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Anggota DPRD Jatim dr. Benjamin Kristianto mendukung penuh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) demi perkuat ekonomi arus bawah.

  • Konsep KDMP dirancang holistik: memuat gerai sembako murah, pusat pemasaran UMKM, hingga layanan klinik dan apotek desa.

  • Politisi Gerindra ini mengingatkan agar pengelolaan KDMP berjalan profesional dan bebas dari penyimpangan oknum pengelola.

Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto dinilai menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi di tingkat tapak.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS, menegaskan keberadaan koperasi ini sangat strategis untuk mengunci perputaran uang agar tetap berputar di dalam desa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini menyebutkan bahwa KDMP merupakan implementasi nyata dari amanat Pasal 33 UUD 1945, di mana asas kekeluargaan dan usaha bersama menjadi pilar utama kesejahteraan rakyat, bukan penguasaan modal oleh korporasi besar.

“Daripada masyarakat berbelanja di minimarket atau pasar modern, lebih baik berbelanja di koperasi. Kalau keuntungan didapat koperasi, manfaatnya kembali kepada anggota. Bahkan kalau nanti ada subsidi sembako, harga beras bisa lebih murah,” ujar dr. Benjamin Kristianto, Senin (20/7/2026).

Integrasikan Sembako Murah, Gerai UMKM, hingga Klinik Kesehatan

Menurut Benjamin, cetak biru Koperasi Desa Merah Putih ini dirancang tidak hanya sekadar menjadi toko kelontong atau gerai sembako konvensional.

Lebih dari itu, program nasional ini diintegrasikan menjadi pusat pelayanan publik satu atap yang mencakup fasilitas kesehatan dasar dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Ada beberapa fasilitas utama yang diproyeksikan melekat pada unit KDMP:

  • Gerai UMKM Desa: Menjadi wadah promosi dan pemasaran utama agar produk kreatif warga desa memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

  • Fasilitas Kesehatan Rakyat: Menyediakan layanan klinik pengobatan dasar serta apotek desa untuk memudahkan warga mengakses obat-obatan secara cepat.

  • Unit Simpan Pinjam: Memanfaatkan sisa hasil usaha (SHU) koperasi untuk membantu permodalan anggota, sekaligus memotong ketergantungan warga dari jerat rentenir.

Baca Juga  Festival Literasi Lamongan Pusta Raya 2026 Resmi Digelar, Perkuat Budaya Membaca di Era AI

Wanti-Wanti Penyimpangan Oknum dan Lokasi Terpencil

Kendati memiliki misi sosial-ekonomi yang sangat mulia, Benjamin memberikan peringatan keras terkait tata kelola manajerial di lapangan.

Ia meminta berkaca dari kegagalan program-program terdahulu yang kerap ambruk bukan karena konsepnya yang keliru, melainkan akibat moralitas pengelola yang buruk.

“Program ini tujuannya baik, jangan sampai dinodai oleh oknum. Manajer dan pengelola koperasi harus menjaga kepercayaan yang diberikan. Jangan sampai terjadi penyimpangan. Yang salah bukan programnya, tetapi oknumnya,” tegas politisi asal Sidoarjo ini.

Di akhir keterangannya, dr. Benjamin mengingatkan pemerintah desa, aparat setempat, dan instansi terkait untuk matang dalam menentukan titik koordinat pembangunan fisik gedung KDMP.

Ia meminta penentuan lokasi wajib berada di area yang strategis dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan sengaja dibangun di lokasi terpencil yang berujung pada proyek mangkrak.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *