BeritaJatim

Distribusi Subsidi BBM-Elpiji Diperketat

Editor: ibn
×

Distribusi Subsidi BBM-Elpiji Diperketat

Sebarkan artikel ini
Wabup Probolinggo Fahmi AHZ memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Probolinggo, ANTARA
Example 468x60

Probolinggo, Jatim Mandiri

Pemkab Probolinggo memperketat pengawasan tata kelola dan distribusi BBM serta elpiji bersubsidi. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, dan ketepatan sasaran.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pengawasan diperkuat melalui koordinasi dengan Pertamina dan aparat penegak hukum, Probolinggo, Kamis (24/9). Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan pengawasan diperlukan agar distribusi BBM dan elpiji bersubsidi berjalan sesuai aturan.

“Kami menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM dan elpiji bersubsidi. Tata kelola harus berjalan sesuai aturan agar subsidi tidak salah sasaran,” kata Ugas sebagaimana dikutip Antara.

Pemkab Probolinggo juga menggelar rapat untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang memengaruhi ketersediaan dan distribusi kedua komoditas tersebut. “Kegiatan rapat yang dilakukan ini adalah untuk membahas faktor apa saja yang menjadi kendala terhadap BBM dan elpiji bersubsidi di Probolinggo,” ujarnya.

Ugas mengatakan pemerintah membutuhkan laporan dari seluruh pihak terkait untuk mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat secara langsung. Hasil pembahasan diharapkan menghasilkan solusi untuk memastikan pasokan dan menjaga stabilitas harga.

Pemkab juga meminta Pertamina menjelaskan kondisi pasokan, kuota penyaluran, serta kendala teknis di lapangan.

“Kami meminta PT Pertamina memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan, kuota penyaluran hingga kendala teknis di lapangan, sehingga dapat dipastikan kuota BBM subsidi dan nonsubsidi terpenuhi secara profesional tanpa hambatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo menyoroti ketepatan sasaran penyaluran BBM dan elpiji bersubsidi.

“Kami juga meminta adanya perbaikan tata kelola penyaluran BBM bersubsidi dengan tetap mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191,” katanya. Anggidigdo juga menyoroti penggunaan barcode pada aplikasi MyPertamina oleh pihak yang dinilai tidak sesuai peruntukan. Ia berharap sistem pengawasan diperketat agar BBM bersubsidi diterima sesuai peruntukannya. (ant/ibn)

Example 300250
Baca Juga  131 PNS Raih Penghargaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di Jalan Jagir Wonokromo,…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali masuk The Sustainability Yearbook 2026 dan mempertahankan status…