Jakarta, Jatim Mandiri
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Tapi, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengaku pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mengejar target pertumbuhan 6 persen pada 2027.
“Ya boleh lah World Bank membuat prediksi seperti itu, tapi waktu yang akan membuktikan, kita lihat siapa yang benar nanti,” kata Dradjad dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, seperti dikutip cnnindonesia, Kamis (8/10).
Dia mengatakan pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah sumber pertumbuhan ekonomi untuk mencapai target tersebut. Menurutnya, kuartal IV 2026 menjadi periode penting karena memiliki basis pertumbuhan berbeda, sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga momentum ekonomi.
“Kita sudah mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhannya dan untuk yang krusial kan ini di kuartal IV tahun 2026,” ujar Dradjad. “Itu krusial karena basis pertumbuhannya kan berbeda. Nah ini kita siapkan langkah-langkah untuk menjaga pertumbuhan di kuartal IV tahun 2026,” lanjut Dradjad.
Dia juga menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berupaya meningkatkan produktivitas masyarakat. “Bukan hanya stimulus, yang kita dorong itu adalah supaya orang bisa bangkit di atas kaki sendiri,” katanya.
Dradjad sebelumnya menyebut pemerintah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027. Instrumen ini mencakup stimulus, standardisasi, statistik, serta pengembangan sejumlah sumber pertumbuhan ekonomi.
“Jadi kita akan menggunakan berbagai instrumen, baik itu instrumen stimulus, instrumen standarisasi, instrumen statistik, semuanya kita pakai, kita manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan supaya bisa tahun 2027 target 6 persen tercapai, mudah-mudahan bisa lebih,” kata Dradjad di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10).
Pemerintah juga menilai sektor swasta menjadi salah satu sumber penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Sebelumnya, Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027.
Proyeksi 2026 ini hanya naik 0,5 poin persentase dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,7 persen. Bank Dunia menyebut kenaikan proyeksi tersebut mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi yang diperkirakan tidak separah perkiraan sebelumnya. (*/ibn)












