Bali, Jatimmandiri.id – Pembangunan desa tidak selalu harus dihadapkan pada pilihan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Desa Sejahtera Astra Les di Kabupaten Buleleng, Bali, membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan berdampingan melalui pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan.
Mengandalkan kekayaan alam, budaya, dan semangat gotong royong masyarakat, desa yang berada di pesisir utara Pulau Bali tersebut berhasil berkembang menjadi contoh pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi.
Desa Les memiliki bentang alam yang membentang dari kawasan perbukitan hingga pesisir pantai.
Potensi tersebut selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, hingga produksi garam tradisional yang masih dipertahankan secara turun-temurun.
Keaslian budaya masyarakat juga menjadi daya tarik wisata berbasis komunitas yang menawarkan pengalaman khas bagi wisatawan.
Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2024,
PT Astra International Tbk bersama masyarakat terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya desa.
Program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 800 warga, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga 25 persen, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas akses pemasaran produk lokal hingga seluruh hasil produksinya terserap pasar.
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pembangunan desa harus mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan penguatan identitas budaya masyarakat.
“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik untuk masyarakat saat ini maupun masa depan Indonesia,” ujarnya.
Fokus pada Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Ekonomi
Pengembangan Desa Sejahtera Astra Les dilakukan melalui empat pilar kontribusi sosial Astra, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Pada sektor kesehatan, Astra mendukung peningkatan layanan kesehatan dasar melalui penguatan Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi balita yang mengalami stunting maupun gizi kurang.
Di bidang pendidikan, generasi muda dibekali kemampuan berbahasa Inggris dan keterampilan di sektor pariwisata agar mampu menjadi pemandu wisata (local guide) bagi wisatawan mancanegara sekaligus mengenalkan potensi desa kepada dunia.
Sementara itu, komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui berbagai program konservasi terumbu karang, transplantasi karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Les Grow, hingga pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Langkah tersebut tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Garam Tradisional Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
Selain menjaga lingkungan, masyarakat Desa Les juga terus melestarikan tradisi pembuatan garam alami yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Setiap musim panen, masyarakat mampu memproduksi sekitar dua hingga tiga ton garam, yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Potensi tersebut semakin berkembang melalui kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dalam memperluas pemasaran produk unggulan desa dan pengembangan UMKM lokal. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali juga membuka peluang pemasaran garam hingga sekitar satu ton setiap bulan, dengan nilai penjualan mencapai kurang lebih Rp25 juta per bulan.
Raih Juara Umum ADWI 2024
Keberhasilan mengembangkan desa melalui pendekatan yang mengutamakan pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat mengantarkan Desa Sejahtera Astra Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi masyarakat desa.
Melalui program Desa Sejahtera Astra, Astra menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.












