Gresik, Jatimmandiri.id – Hamparan perkebunan menjadi ruang kelas berbeda bagi siswa SMP YPPI 1 Surabaya. Melalui kegiatan Outing Class, siswa kelas VII dan VIII diajak mengenal dunia pertanian sekaligus memahami pentingnya lingkungan dan ketahanan pangan secara langsung di perkebunan PT Petrokimia Gresik (PG), Selasa (22/9/2026).
Sejak kegiatan dimulai, para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian pembelajaran. Mereka tidak hanya diajak melihat tanaman, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai proses budidaya, kebutuhan nutrisi tanaman, hingga tahapan menghasilkan produk pertanian.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Nuril Huda. Dalam kesempatan tersebut, siswa mendapatkan wawasan mengenai kebutuhan nutrisi tanaman, termasuk unsur makro, mikro, serta kebutuhan tambahan yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan hasil panen.
Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui pengenalan proses budidaya tanaman secara langsung. Para siswa mempelajari tahapan mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, pemeliharaan hingga masa panen.
Beragam tanaman menjadi bagian dari pembelajaran, seperti bawang merah, wortel, sawi, pakcoy, jagung, melon hingga anggur. Dengan melihat langsung proses tersebut, siswa memperoleh gambaran bahwa menghasilkan tanaman berkualitas membutuhkan pengetahuan, ketelitian, ketekunan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembelajaran di kebun juga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan materi yang diperoleh di kelas. Pertanian diperkenalkan bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan berkaitan dengan sains, lingkungan, teknologi serta pemenuhan kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
Kepala SMP YPPI 1 Surabaya, Titris Hariyanti Utami, mengatakan kegiatan Outing Class ke perkebunan PT Petrokimia Gresik merupakan agenda tahunan yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
“Mereka dapat melihat langsung praktik budidaya tanaman sayur dan buah yang benar. Kegiatan ini juga merupakan regenerasi kader lingkungan yang disiapkan sekolah kami untuk program Sekolah Adiwiyata selanjutnya,” ujar Titris.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa dikenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan sejak dini melalui pengalaman nyata.
Bagi siswa, perkebunan menjadi ruang untuk mengamati, bertanya dan memahami proses yang selama ini mungkin hanya mereka temui melalui buku pelajaran. Dari proses budidaya, mereka belajar tentang ketekunan dan tanggung jawab.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen SMP YPPI 1 Surabaya menghadirkan pembelajaran kontekstual. Harapannya, siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan dan memahami pentingnya keberlanjutan.
Dari kebun, siswa belajar bahwa menjaga masa depan dapat dimulai dari hal sederhana: memahami bagaimana tanaman tumbuh dan menghargai setiap proses yang menghasilkan pangan.












