Jakarta, Jatimmandiri.id – PT Danantara Investment Management (DIM) secara resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra terpilih yang akan mengembangkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.
Penyerahan tersebut menandai dimulainya tahapan lanjutan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi sumber energi di delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten dan kota di Indonesia.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan seluruh proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik. Karena itu, seluruh mitra yang telah ditunjuk diharapkan mampu memenuhi target proyek sesuai jadwal yang telah disepakati.
“Proses seleksi mitra yang dijalankan DIM dan Denera dilaksanakan secara disiplin sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Kami berharap seluruh mitra dapat memenuhi target yang telah disepakati, serta menerapkan standar tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya,” ujar Pandu dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Antara.
Setelah menerima CLoA, masing-masing mitra akan melanjutkan proses menuju penerbitan Final Letter of Award. Tahapan tersebut meliputi penyusunan Feasibility Study (FS) yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, dilanjutkan proses perizinan, penyelesaian lahan, hingga pelaksanaan groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Danantara menegaskan setiap mitra wajib memenuhi seluruh persyaratan yang tercantum dalam CLoA. Apabila terdapat kewajiban yang tidak dipenuhi, penunjukan akan dialihkan kepada mitra cadangan atau dilakukan proses penawaran ulang agar proyek tidak mengalami keterlambatan.
“Apabila persyaratan tidak dipenuhi, penunjukan akan dialihkan kepada mitra cadangan di lokasi bersangkutan, atau proses akan dilanjutkan melalui penawaran ulang,” kata Pandu.
Adapun delapan mitra yang memperoleh CLoA terdiri atas Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama) untuk proyek Medan Raya, Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) di Kabupaten Bekasi, Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) di Lampung Raya, Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) di Serang Raya, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. di Semarang Raya, Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) di Surabaya Raya, MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) di Bogor Raya 2, serta Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) di Yogyakarta Raya.
Khusus proyek di Medan Raya, penunjukan diberikan kepada mitra cadangan yang naik menjadi mitra utama setelah melalui mekanisme seleksi yang telah ditetapkan sejak awal. Menurut Danantara, langkah tersebut menunjukkan konsistensi penerapan tata kelola yang baik tanpa memberikan perlakuan khusus kepada peserta mana pun.
Pandu menjelaskan proses evaluasi dilakukan secara objektif bersama tim penasihat independen, baik dari dalam maupun luar negeri. Penilaian mencakup pengalaman di bidang waste to energy, kemampuan finansial, kesiapan implementasi proyek, aspek komersial, strategi bisnis, hingga manajemen risiko.
Ia menegaskan seluruh persyaratan dalam CLoA diterapkan secara konsisten sehingga mekanisme mitra cadangan dapat langsung dijalankan apabila terdapat peserta yang tidak memenuhi ketentuan.
Seleksi mitra PSEL tahap kedua diselesaikan dalam waktu kurang dari tujuh pekan. Dari 85 daftar peserta terverifikasi (DPT) yang berasal dari tujuh negara, yakni Indonesia, China, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura, sebanyak 68 proposal masuk untuk memperebutkan delapan lokasi proyek.
Menariknya, empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah consortium lead terbanyak pada tahap seleksi ini. Seluruh proses evaluasi dilakukan bersama penasihat independen lokal maupun internasional guna memastikan proyek PSEL berjalan sesuai prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Dengan dimulainya tahapan ini, Danantara berharap pembangunan fasilitas PSEL di berbagai daerah dapat mempercepat pengelolaan sampah nasional sekaligus menambah pasokan energi listrik berbasis energi terbarukan di Indonesia.












