HeadlineOlahraga

Catatan Sepak Bola: Menua Tanpa Prestasi

Penulis: Eko YudionoEditor: Eko Yudiono
×

Catatan Sepak Bola: Menua Tanpa Prestasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Para pemain Persebaya, staf dan pelatih terlihat berdiri melingkar di lingkaran tengah lapangan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pasca hasil imbang 1-1 dengan Persijap Jepara, Jumat (30/10) malam.

Sejenak kemudian Lagu Song of Pride mengalun.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Namun alih-alih supporter (Bonek dan Bonita) ikut menyanyikannya, justru mereka (staf pelatih dan pemain) mendapatkan ‘Booo’ (cemooh).

Kenapa? kalau saya melihatnya bukan karena hasil seri sebenarnya. Namun lebih kepada permainan kurang ‘menggigit’ yang ditunjukkan Francisco Israel Rivera Dávalos cs.

Beda dengan Persijap yang datang ke GBT seolah tanpa beban. Bermain lepas membuat Persijap mampu unggul lebih dulu. Beruntung, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan di injury time.

Selama ini, supporter Bonek dan Bonita memang dikenal paling fair. Nenurut saya.

Sebenarnya, tidak masalah Persebaya bermain imbang atau seri asalkan tim bermain bagus dan atraktif. Tidak seperti yang ditunjukkan Jumat malam.

Permainan membosankan justru terlihat. Pelatih Bernardo Tavares seolah buntu dalam menerapkan strategi. jatimmandiri.id yang duduk bersebelahan dengan dua pentolan Bonek, Cak Conk dan Sinyo Devara melihat langsung keduanya misuh-misuh (maki-maki).

Keduanya seolah tidak percaya dengan gaya permainan Persebaya malam itu. “Iki sing goblok pemain e opo pelatih e,” celetuk mereka.

Dan bisa ditebak. pisuhan khas Suroboyo pun mengalir lancar sepanjang pertandingan.

Lalu kenapa Persebaya bermain angin-anginan kalau saya lihat? Menghadapi tim yang bermain ngotot Green Force juga demikian. Mengambil contoh Ketika berhadapan dengan Madura United sepekan sebelumnya.

Tapi Ketika menghadapi tim-tim yang bermain santai justru Persebaya ikut terbawa ritme lawan.
Ini sebenarnya yang tidak boleh terjadi.

Apalagi, di usia seabad (baca:100 tahun) di 2027, Persebaya punya target juara.

Jika Persebaya tidak konsisten atau angin-anginan setiap berlaga niscaya cita-cita juara ibarat pepatah “Pungguk Merindukan Bulan” jare Arek Suroboyo, wes ndak mungkin blas nek maine koyok lawan Persijap. Lalu apa yang harus dilakukan?

Baca Juga  Tiga Korban Ditemukan, Pencarian Diperpanjang

Semuanya Kembali ke pelatih. Mereka lan lebih tau dan pandai dalam meracik strategi di lapangan.

Sedangkan pecinta Persebaya, Bonek dan Bonita hanya ingin tim mereka menangan, entah bagaimana caranya.

Seperti banner salah satu Bonek di Stadion “Menang Tak Ajeni Kalah Tak Pisui. Jadi pelatih tentu punya jawaban dan persoalan menyangkut taktik dan strategi di lapangan.

Intinya Persebaya harus menangan titik. Jika memang target juara 2027. Jika tidak, meminjam kata-kata di banner Bonek yang dipasang di stadion, bisa-bisa Persebaya Menua Tanpa Prestasi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *