Bangka Barat, Jatim Mandiri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Barat menyatakan bahwa hujan awal yang terjadi beberapa hari belakangan ini belum mengurangi risiko kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Ancaman bencana tersebut dinilai masih mengintai wilayah setempat di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka Barat, Safrizal, menjelaskan bahwa curah hujan yang turun masih bersifat tidak merata dan belum berlangsung secara terus-menerus. Kondisi ini membuat sebagian besar kawasan hutan dan lahan di daerah tersebut masih berada dalam kondisi kering serta rentan terbakar.
“Sampai sejauh ini hujan belum merata dan belum berlangsung terus-menerus, sehingga masih banyak lahan dan hutan dalam kondisi kering mudah terbakar, untuk itu kami minta masyarakat tetap waspada dan bersama-sama mencegah kemungkinan karhutla,” ujar Safrizal di Mentok, Rabu.
Berdasarkan catatan instansi terkait, kejadian karhutla di wilayah tersebut pada periode Agustus hingga awal Oktober 2026 tercatat sebanyak 336 kejadian. Dari ratusan insiden itu, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai angka 388,7 hektare. Sebagian besar titik api ditemukan melanda kawasan semak belukar serta area perkebunan milik masyarakat.
Safrizal menambahkan, tanaman yang mengering akibat musim kemarau membuat api jauh lebih mudah menyala dan menyebar dengan cepat. Situasi tersebut kian diperparah oleh adanya tiupan angin kencang yang berpotensi mempercepat penjalaran api dari satu lokasi ke wilayah lainnya. Selain faktor cuaca kering, pihak BPBD juga menduga unsur kelalaian manusia masih menjadi salah satu pemicu utama timbulnya kebakaran.
Meskipun jumlah kejadian karhutla secara umum mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir, kewaspadaan warga tetap harus ditingkatkan. Pasalnya, curah hujan yang ada saat ini dinilai belum cukup memadai untuk meningkatkan ketersediaan cadangan air tanah secara signifikan di kawasan rawan.
Pihak BPBD mengimbau kepada seluruh warga agar tidak melakukan berbagai aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya api, khususnya ketika berada di sekitar kawasan lahan kering. Masyarakat juga diminta untuk segera memberikan laporan kepada petugas apabila menemukan adanya titik api di lingkungan sekitar.
“Laporan lebih awal penting agar petugas dapat melakukan penanganan dengan cepat dan tepat sebelum api menyebar luas,” tutup Safrizal.




