Mojokerto, Jatimmandiri.id – Suka cita usai pulang sekolah berubah menjadi duka mendalam bagi warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.
Seorang bocah Sekolah Dasar (SD) inisial B (11) ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Sungai Kedungbunder pada Kamis (13/8/2026) sekira pukul 10.00 WIB.
Peristiwa naas ini bermula saat korban baru saja dijemput oleh ibunya, Yuni, dari sekolah sekitar pukul 09.00 WIB. Korban kemudian pergi bermain bersama rekan-rekannya.
Sebelum memutuskan mandi di Sungai Kedungbunder, anak-anak tersebut sempat bermain di area seluncuran air yang mengalir dari kawasan PT Multi Bintang.
Diduga karena tidak mahir berenang, korban terseret arus dan tenggelam ke dasar sungai.
Salah seorang warga sekitar, Taman, menuturkan bahwa korban sempat terlihat bermain bersama beberapa rekannya sebelum insiden terjadi.
“Anaknya main dari perosotan terus mandi di sungai,” ujarnya.
Taman menjelaskan, meski ada beberapa anak yang bermain di lokasi tersebut, hanya Bagus yang menjadi korban dalam musibah ini.
“Anak empat, kalau korbannya satu kondisinya meninggal dunia tenggelam,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa karakteristik Sungai Kedungbunder di titik kejadian tergolong sangat berbahaya bagi anak-anak karena kedalamannya yang terbilang ekstrem.
“Kedalaman sungai sekitar 6 meter, sempat saya ukur,” ungkapnya.
Warga yang menyadari kejadian tersebut langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dasar sungai dalam kondisi tak bernyawa, sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Glagah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kapolsek Kutorejo, AKP Sugeng Irawadi, membenarkan insiden tragis yang menimpa warga Dusun Turi tersebut.
Pihak kepolisian telah menerjunkan personel ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menghimpun keterangan guna memastikan kronologi lengkap peristiwa ini.












