Grobogan, Jatmmandiri.id, – Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, didampingi jajaran kepala dinas memimpin rapat koordinasi percepatan penurunan stunting di MPP Srikandi, Senin (8/6/2026). Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat penanganan stunting melalui sinergi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, Anang menegaskan bahwa upaya penurunan stunting masih menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Grobogan tercatat sebesar 20,8 persen. Angka tersebut menunjukkan perlunya kerja sama yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar target penurunan stunting dapat tercapai.
Meski capaian penanganan stunting terus menunjukkan perkembangan, masih terdapat sejumlah balita yang belum mengikuti penimbangan dan pengukuran secara rutin.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemantauan pertumbuhan balita merupakan langkah penting untuk mendeteksi risiko gangguan gizi sejak dini. Untuk itu, seluruh pihak diminta meningkatkan pendampingan kepada keluarga sasaran agar setiap balita dapat terpantau tumbuh kembangnya secara optimal. Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas layanan Posyandu dan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkab Grobogan menjalankan berbagai intervensi sesuai arahan pemerintah pusat. Mulai dari pendataan ibu hamil dan balita, edukasi gizi, pemberian vitamin dan suplemen, hingga perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan agar data yang dihasilkan lebih akurat dan terintegrasi.
“Dalam pembagian tugas lintas sektor, Dinas Kesehatan bertanggung jawab mengoordinasikan intervensi spesifik di bidang kesehatan,” katanya.
Sementara Dinas Pangan, Dinas Pertanian, serta Dinas Peternakan dan Perikanan berperan mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga sasaran. Adapun Dinas Sosial, DP3AKB, Dispermades, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa turut dilibatkan untuk memperkuat pendampingan keluarga, perlindungan sosial, serta pengawasan pelaksanaan program di tingkat lapangan.
Dukungan juga datang dari BUMD dan Baznas melalui berbagai program bantuan sosial dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat yang membutuhkan. Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antarlembaga, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif.
Dengan demikian, semakin banyak anak di Grobogan yang dapat tumbuh sehat, memperoleh asupan gizi yang cukup, dan berkembang secara optimal sejak usia dini.
Sumber data stunting: Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan RI yang mencatat prevalensi stunting Kabupaten Grobogan sebesar 20,8 persen.












