BeritaJatim

Bakorwil III Malang Dorong Pengembangan Kompetensi ASN

×

Bakorwil III Malang Dorong Pengembangan Kompetensi ASN

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar
Example 468x60

Malang, Jatimmandiri.id

Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep KusdinarPenguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan kawasan Malang Raya Megapolitan sekaligus mendorong kebangkitan Koridor Selatan Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

ASN juga dituntut bertransformasi dari sekadar menjalankan fungsi administratif menjadi penggerak inovasi, kolaborasi, dan pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, saat menjadi narasumber pada kegiatan Fasilitasi Perencanaan Pengembangan Kompetensi Kampus Satelit Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur tersebut berlangsung di Kantor Bakorwil III Malang, Rabu (22/7/2026).

Menurut Asep, pola pengembangan kompetensi ASN perlu bergeser dari pendekatan supply driven, yakni mengikuti pelatihan yang tersedia, menjadi demand driven yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata pembangunan daerah.

“Pembangunan kawasan tidak mungkin berjalan optimal tanpa ASN yang memiliki kompetensi yang tepat. Pengembangan kompetensi harus disusun berdasarkan kebutuhan organisasi, potensi wilayah, dan tantangan pembangunan sehingga melahirkan ASN yang adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada hasil,” ujar Asep.

Dukung Malang Raya Megapolitan dan Koridor Selatan

Asep menjelaskan, wilayah kerja Bakorwil III Malang memiliki karakteristik yang beragam. Kawasan tersebut mencakup wilayah metropolitan, pusat pendidikan, industri kreatif, pariwisata, hingga pesisir selatan.

Keragaman tersebut, menurutnya, membutuhkan ASN dengan kompetensi yang sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Untuk mendukung pengembangan Malang Raya Megapolitan yang meliputi Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan wilayah penyangga, ASN dituntut memiliki kemampuan bekerja lintas batas administrasi atau collaborative governance.

Sementara itu, percepatan pembangunan Koridor Selatan Jawa Timur memerlukan kesiapan ASN dalam memfasilitasi investasi serta mengawal hilirisasi produk lokal, seiring pembangunan infrastruktur seperti Jalan Lintas Selatan (JLS).

Baca Juga  Pemprov Jatim Geser Jadwal WFH ASN ke Hari Jumat Mulai Juni 2026

“Malang Raya Megapolitan membutuhkan ASN yang mampu berpikir lintas batas administrasi dan mengorkestrasi kolaborasi. Sedangkan di Koridor Selatan, ASN harus mampu memfasilitasi investasi, memberdayakan UMKM, dan menghubungkan potensi lokal menjadi ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” jelasnya.

Empat Kompetensi Utama ASN

Dalam paparannya, Asep menyebut sedikitnya empat kompetensi utama yang harus dimiliki ASN untuk menghadapi tantangan pembangunan.

Keempat kompetensi tersebut meliputi kemampuan analisis kebijakan agar mampu merumuskan regulasi yang berorientasi pada solusi.

Kemudian literasi digital dan data untuk mendukung pelayanan publik yang modern dan berbasis informasi.

Selanjutnya kemampuan berkolaborasi lintas sektor guna memperkuat sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Selain itu, ASN juga dituntut memiliki integritas serta adaptabilitas agar mampu menghadapi berbagai perubahan.

Asep menambahkan, penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan inisiatif Konsorsium AKSES (Akselerasi Kawasan Selatan-Selatan Jawa Timur) yang digagas Bakorwil III Malang.

Konsorsium tersebut dibentuk untuk mengawal peta jalan pembangunan Koridor Selatan Jawa Timur menuju tahun 2045.

“ASN tidak boleh hanya menjadi administrator, melainkan harus menjadi economic driver dan katalis pembangunan kawasan. Ketika kompetensi ASN dibangun sesuai kebutuhan wilayah, Malang Raya Megapolitan akan semakin kompetitif dan Koridor Selatan Jatim tumbuh inklusif,” pungkas Asep. (har)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Kementerian Pertahanan (Kemhan) membeli 12 pesawat tempur ringan M-346F Block 20 buatan Leonardo, Italia. Belanja ini memperkuat…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendukung langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mengusut dugaan korupsi pengelolaan…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pengacara Hotman Paris Hutapea menyatakan mundur dari posisi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana…

Berita

Satpol PP Kota Surabaya bersama instansi terkait menertibkan lima bangunan liar di Jalan Medokan Asri Timur, belakang RS Eka Candrarini,…