Jatim

Cegah Penyakit Tidak Menular, Jairi Irawan Desak Dinkes Jatim Genjot Anggaran Promosi Kesehatan

×

Cegah Penyakit Tidak Menular, Jairi Irawan Desak Dinkes Jatim Genjot Anggaran Promosi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
dprd jatim jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Jairi Irawan mendesak Dinas Kesehatan Jatim memperbesar porsi anggaran promosi kesehatan.

  • Politisi Golkar ini menilai fokus pelayanan kesehatan harus bergeser dari sekadar pengobatan (kuratif) ke pencegahan (promotif-preventif).

  • Mendorong keterlibatan dunia usaha lewat dana CSR untuk mengagendakan kampanye pola hidup sehat dan deteksi dini secara masif.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan alokasi anggaran pada program promosi kesehatan (promkes).

Langkah ini dinilai mendesak guna menggeser paradigma pelayanan kesehatan masyarakat dari yang berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi pencegahan (promotif-preventif).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menilai, dominasi pendekatan kuratif saat ini terbukti memicu lonjakan jumlah pasien di fasilitas kesehatan yang berimbas pada membengkaknya beban pembiayaan APBD maupun APBN.

“Kalau masyarakat terbiasa hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatannya, penyakit bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih efektif. Jika promosi kesehatan berjalan optimal, beban pembiayaan kesehatan juga menjadi lebih ringan,” ujar Jairi Irawan di Surabaya, Selasa (22/7/2026).

Alarm Maraknya Penyakit Tidak Menular di Usia Produktif

Jairi menyoroti fenomena mengkhawatirkan terkait maraknya tren Penyakit Tidak Menular (PTM)—seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan ginjal kronis—yang kini kian banyak menyerang kelompok usia produktif.

Menurutnya, kondisi ini merupakan sinyal bahaya yang harus direspons dengan edukasi publik secara agresif dan berkelanjutan.

Edukasi kesehatan tersebut dinilai perlu diperluas melalui berbagai kanal media dengan materi yang mudah dipahami, meliputi:

  • Edukasi Batas Konsumsi: Batasan aman asupan harian gula, garam, dan lemak (GGL).

  • Aktivitas Fisik Routine: Kampanye gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

  • Deteksi Dini: Ajakan aktif memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis dan medical check-up berkala.

Baca Juga  Revolusi Layanan Lelang, POJOK WANI KPKNL Surabaya Pangkas Birokrasi dan Percepat Pelayanan

Gandeng Dana CSR Dunia Usaha untuk Kampanye Masif

Mengingat terbatasnya APBD daerah, Jairi mendorong Pemprov Jatim untuk membangun kolaborasi taktis dengan sektor swasta atau dunia usaha melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melipatgandakan jangkauan kampanye edukasi hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru Jawa Timur.

“Kolaborasi dengan dunia usaha perlu dibangun agar kampanye hidup sehat semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Pencegahan penyakit adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas legislator asal Dapil Jatim tersebut.

Penguatan upaya preventif dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Jawa Timur demi menekan angka kesakitan kronis yang membutuhkan perawatan medis berbiaya tinggi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *