Surabaya, Jatimmandiri.id – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares akan memanfaatkan pertandingan menghadapi PSIS Semarang sebagai ajang mengukur perkembangan skuad Green Force setelah menjalani masa persiapan selama sepekan terakhir.
Laga bertajuk 99th Anniversary Game itu akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (19/7), sekaligus menjadi puncak perayaan hari ulang tahun ke-99 Persebaya.
Bagi pelatih asal Portugal tersebut, pertandingan pramusim ini bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi momen penting untuk mengevaluasi sejauh mana para pemain mampu menerapkan materi latihan dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.
Tavares Ingin Lihat Penerapan Taktik di Lapangan
Dalam konferensi pers, Sabtu (18/7), Tavares mengatakan latihan dan pertandingan memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, ia ingin melihat implementasi berbagai prinsip permainan yang telah diasah selama masa persiapan.
“Latihan dan pertandingan adalah dua hal yang berbeda. Dalam pertandingan kami ingin melihat penerapan prinsip-prinsip taktik yang selama ini kami latih, mulai dari transisi menyerang, transisi bertahan, organisasi permainan hingga reaksi pemain ketika kehilangan atau menguasai bola,” ujar Tavares.
Selama kurang lebih sepekan terakhir, Persebaya menjalani program latihan yang memadukan aspek fisik, teknik, dan taktik. Tim pelatih juga terus mempercepat proses adaptasi sejumlah pemain anyar agar segera menyatu dengan filosofi permainan yang diterapkan.
Pertandingan Jadi Tolok Ukur Perkembangan Tim
Menurut Tavares, seluruh latihan yang dilakukan hanyalah bagian dari proses membangun fondasi tim. Penilaian sesungguhnya baru dapat dilakukan ketika pemain menghadapi tekanan pertandingan.
“Bagi saya, latihan hanyalah proses. Evaluasi sesungguhnya ada di pertandingan. Dari sana kami bisa melihat sejauh mana perkembangan tim,” tegas pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Meski masih berada dalam fase pramusim, Tavares berharap anak asuhnya mulai menunjukkan identitas permainan Persebaya yang disiplin, agresif, dan memiliki pemahaman taktik yang baik.
Bidik Kemenangan demi Bangun Mental Juara
Selain mengevaluasi perkembangan tim, Tavares tetap menargetkan hasil positif saat menghadapi PSIS Semarang. Menurutnya, setiap pertandingan merupakan kesempatan membangun mentalitas pemenang yang akan dibutuhkan sepanjang musim.
Ia menegaskan, target utama tim saat ini adalah mempersiapkan kondisi terbaik menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang.
“Target utama kami sebenarnya adalah menyiapkan tim untuk awal kompetisi pada September nanti. Namun karena besok ada pertandingan, kami tetap ingin menampilkan performa terbaik dan meraih kemenangan. Itu sudah menjadi budaya yang kami bangun di tim ini,” jelasnya.
Ajak Bonek dan Bonita Penuhi GBT
Menutup sesi konferensi pers, Tavares mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo dan memberikan dukungan langsung kepada Green Force.
Menurutnya, laga melawan PSIS bukan hanya menjadi pertandingan pertama Persebaya pada pramusim, tetapi juga momentum merayakan perjalanan panjang klub yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Surabaya selama hampir satu abad.
“Saya mengajak Bonek dan Bonita untuk datang ke Stadion Gelora Bung Tomo besok sore. Selain merayakan pertandingan pertama musim ini, laga ini juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-99 Persebaya. Tidak banyak klub yang bisa membanggakan sejarah sepanjang itu,” tutup Tavares.
Dengan atmosfer perayaan ulang tahun klub dan dukungan penuh dari Bonek serta Bonita, laga melawan PSIS Semarang diharapkan menjadi awal positif bagi Persebaya dalam membangun fondasi tim menuju kompetisi musim 2026/2027.












