Intisari Berita:
-
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat Jatim (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih terus berlangsung secara intensif di 18 SR permanen dan 14 SR rintisan.
-
Dinas Sosial Jatim menegaskan bahwa data jumlah peserta didik saat ini belum final dan masih bergerak dinamis karena proses verifikasi lapangan oleh SDM PKH masih berjalan.
-
Program pendidikan berasrama ini ditargetkan mampu menampung total 5.370 peserta didik baru di seluruh wilayah Jawa Timur.
Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama instansi terkait tengah mematangkan persiapan menjelang tahun ajaran baru sektor pendidikan khusus. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa proses penjaringan calon peserta didik untuk Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 saat ini sedang dan masih terus berjalan, baik di 18 SR permanen maupun 14 SR rintisan.
Mengingat proses pendataan, verifikasi, dan mekanisme penetapan masih berjalan ketat di masing-masing pemerintah kabupaten/kota, Khofifah menyatakan bahwa data jumlah calon peserta didik yang masuk hingga saat ini statusnya belum final.
Proses penjaringan di lapangan dikomandoi langsung oleh jajaran SDM Program Keluarga Harapan (PKH) dengan asistensi penuh dari Dinas Sosial (Dinsos) di tingkat kabupaten/kota. Seluruh elemen tersebut kini tengah mengoptimalkan penyisiran guna memenuhi kuota pagu SR yang telah disediakan, terutama untuk pos 18 SR permanen.
“Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama,” terang Gubernur Khofifah pada Kamis, (9/7/2026).
Edukasi Sistem Berasrama dan Inisiasi ‘Open House’ oleh Kemensos
Gubernur Khofifah menguraikan bahwa pola pendampingan yang diberikan petugas di lapangan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kelengkapan administrasi semata. Lebih dari itu, para keluarga calon siswa diberikan edukasi komprehensif mengenai peta sistem pembelajaran, metode pengasuhan, program pembinaan karakter, hingga rincian fasilitas penunjang yang akan didapatkan siswa selama tinggal di asrama SR.
Sebagai strategi akselerasi dan optimalisasi penjaringan, Kementerian Sosial (Kemensos) RI turut menginisiasi agenda Open House SR. Kegiatan ini dirancang menjadi jembatan bagi calon siswa beserta orang tua untuk membedah sistem pendidikan yang diterapkan, sekaligus melihat langsung bukti nyata perkembangan anak didik pada SR rintisan yang sudah berjalan sejak tahun 2025.
Melalui forum Open House tersebut, para orang tua dapat menyaksikan indikator capaian para siswa rintisan terdahulu, mulai dari aspek peningkatan kompetensi akademik, pematangan karakter, hingga peningkatan rasa percaya diri anak.
“Pengalaman para orang tua siswa SR rintisan yang merasakan perubahan positif pada putra-putrinya juga turut dibagikan sebagai bentuk edukasi dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut,” imbuh Khofifah.
Target 28 Lokasi, Jadwal Krusial, dan Sebaran Daya Tampung Jatim
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., membenarkan bahwa pergerakan data calon siswa baru masih bergerak fluktuatif di lapangan. Ketetapan resmi mengenai daftar nama siswa yang diterima baru akan diterbitkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota setelah seluruh rangkaian tahapan penjaringan rampung.
“Kami optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan dan pendampingan,” kata Restu Novi.
Pihak Dinsos membidik target agar pemenuhan kuota rampung tepat waktu sebelum memasuki agenda krusial berikutnya. Berdasarkan linimasa yang disusun, rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis, tes DNA, hingga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan bakal digelar serentak pada 14 hingga 17 Juli 2026.
Peta Distribusi Rombongan Belajar (Rombel) TA 2026/2027
Secara makro, total penyelenggaraan SR di Jawa Timur untuk Tahun Ajaran 2026/2027 diproyeksikan menyasar 28 lokasi (terdiri atas 18 SR permanen dan 10 SR rintisan) dengan total 179 rombongan belajar (rombel). Daya tampung total yang disiapkan mencapai 5.370 peserta didik, dengan rincian:
-
Jenjang SD: 1.680 siswa
-
Jenjang SMP: 1.860 siswa
-
Jenjang SMA: 1.830 siswa
Status Pembelajaran 10 SR Rintisan Eksisting
Di sisi lain, proses belajar-mengajar pada 10 SR rintisan yang telah beroperasi lebih awal dipastikan tetap berjalan normal pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan total 852 siswa aktif. Berikut adalah peta sebaran data operasionalnya:
-
SRMA 25 Lamongan: 72 siswa
-
SRT 5 Ponorogo: 110 siswa
-
SRT 7 Probolinggo: 91 siswa
-
SRT 51 Bangkalan: 83 siswa
-
SRT 49 Sumenep: 82 siswa
-
SRMP 29 Pamekasan: 50 siswa
-
SRMA 36 Bojonegoro: 96 siswa
-
SRMP 14 Batu: 149 siswa
-
SRMA 22 Malang: 69 siswa
-
SRMP 15 Mojokerto: 50 siswa
Menutup keterangannya, Dinsos Jatim kembali menegaskan dan mengingatkan publik bahwa hingga saat ini belum ada surat keputusan penetapan resmi mengenai daftar final siswa baru untuk TA 2026/2027. Segala bentuk perubahan data masih sangat dimungkinkan terjadi hingga proses verifikasi faktual di tingkat daerah selesai sepenuhnya.












