Surabaya, Jatimmandiri.id – Museum Tugu Pahlawan atau Museum Sepuluh Nopember Surabaya terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman edukasi sejarah yang menarik bagi masyarakat.
Melalui perpaduan koleksi artefak autentik dan teknologi modern, museum ini berupaya menjaga nilai-nilai perjuangan para pahlawan agar tetap relevan bagi generasi muda di era digital.
Salah satu pemandu museum, Faris Hilmi, mengatakan berbagai pembaruan terus dilakukan agar pengunjung tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga dapat memahami makna perjuangan bangsa melalui pengalaman yang lebih interaktif.
Menurut Faris, salah satu koleksi yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah senjata rampasan perang yang dipamerkan di lantai dua museum.
“Koleksi senjata dan berbagai barang rampasan dari tentara Jepang maupun Sekutu menjadi salah satu artefak paling ikonik di museum ini karena memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dalam perjuangan arek-arek Suroboyo,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, inovasi yang dilakukan museum mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah pengunjung terus meningkat, tidak hanya saat akhir pekan, tetapi juga pada hari kerja.
Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama, mahasiswa, masyarakat umum, hingga rombongan dari dinas pariwisata berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Faris, Museum Tugu Pahlawan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi penerus.
“Pesan terbesar yang ingin kami sampaikan adalah semangat untuk terus berjuang. Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajah, maka saat ini perjuangan kita adalah menjaga Surabaya tetap aman, nyaman, serta terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” katanya.
Ia menambahkan, pidato legendaris Bung Tomo pada peristiwa 10 November 1945 menjadi bukti bahwa semangat persatuan mampu membangkitkan keberanian rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan meski dengan peralatan yang sangat sederhana.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” tambah Faris.
Upaya modernisasi museum tersebut mendapat sambutan positif dari para pengunjung. Salah satunya Lani, yang mengaku terkesan dengan fasilitas edukasi yang tersedia di dalam museum.
Menurutnya, diorama interaktif menjadi bagian paling menarik karena mampu menggambarkan suasana perjuangan secara lebih nyata sehingga mudah dipahami oleh pengunjung.
“Saya paling terkesan dengan diorama interaktifnya. Gambaran perjuangan para pahlawan terasa lebih hidup sehingga pengunjung bisa memahami sejarah dengan lebih mudah,” ujarnya.
Lani menilai kunjungan ke tempat bersejarah seperti Museum Tugu Pahlawan sangat penting bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah bangsa.
“Sebagai generasi penerus, kita harus mengetahui sejarah bangsa sendiri. Hal itu penting agar kita tidak melupakan akar sejarah dan bisa lebih menghargai perjuangan para pahlawan,” katanya.
Melalui perpaduan koleksi sejarah yang autentik, teknologi interaktif, serta berbagai inovasi edukasi, Museum Tugu Pahlawan Surabaya terus memperkuat perannya sebagai destinasi wisata sejarah yang tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang inspiratif bagi generasi masa depan.












