Metropolitan

M Fikser Bergeser ke DLH, Zaini Jadi Asisten 1 Pemkot Surabaya

×

M Fikser Bergeser ke DLH, Zaini Jadi Asisten 1 Pemkot Surabaya

Sebarkan artikel ini
Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Pelantikan Pejabat, Mutasi Pejabat, BKD Surabaya, Baperjakat, Achmad Zaini, M Fikser, Trio Wahyu Bowo, Herry Purwadi, RSUD Bhakti Dharma Husada, Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id– Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan 57 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jumat (26/6/2026). Pejabat yang dilantik terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya meningkatkan kualitas birokrasi melalui sistem merit yang mengedepankan kompetensi dan kinerja.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam arahannya, Wali Kota Eri menegaskan bahwa proses mutasi dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja secara objektif, bukan karena faktor kedekatan pribadi maupun praktik transaksional.

Seluruh proses, kata dia, telah melalui penilaian tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Saya tidak pernah ikut memilih pejabat karena saya tidak ingin pemerintahan ini dipengaruhi keinginan pribadi. Di sini tidak ada jabatan yang bayar, bersyukurlah kalian. Maka gunakan waktu Anda untuk kepentingan umat,” tegas Eri Cahyadi.

Menurutnya, sosok pejabat yang dibutuhkan bukan hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mempunyai kepedulian tinggi terhadap masyarakat serta komitmen kuat dalam memberikan pelayanan publik.

Rotasi jabatan yang dilakukan kali ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja sebelumnya. Karena itu, Eri meminta seluruh pejabat, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, hingga lurah, untuk lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayahnya.

“Saya minta semua pejabat peka terhadap warganya. Janganlah tidur kalau jadi pejabat. Ada warga yang tidak bisa makan, masa pejabat bisa tidur,” ujarnya.

Salah satu kebijakan yang kembali ditekankan dalam pelantikan tersebut adalah evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pejabat struktural setiap enam bulan.

Apabila target kinerja tidak tercapai atau pejabat dinilai tidak aktif turun ke lapangan, Eri memastikan tidak akan ragu melakukan pergantian jabatan meskipun belum genap enam bulan menjabat.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Uji Coba Jalan Radial Road Lontar, Solusi Atasi Kemacetan Surabaya Barat

“Dalam waktu enam bulan target tidak tercapai, saya harap jenengan sebelum saya turunkan, mengundurkan diri. Jangan hanya mengambil strukturalnya, tapi waktu, pemikiran, dan fisik Anda bukan untuk warga,” ungkapnya.

Selain menyoroti pelayanan publik, Eri juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga aset dan fasilitas umum milik pemerintah. Ia mencontohkan kondisi jalur pedestrian yang kerap disalahgunakan sebagai lokasi parkir liar hingga mengalami kerusakan.

Menurutnya, sinergi antara kelurahan, kecamatan, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP sangat dibutuhkan agar fasilitas publik tetap terjaga sehingga anggaran daerah dapat lebih difokuskan untuk program prioritas seperti pendidikan dan layanan kesehatan gratis.

“Kota Surabaya ini berjalan dengan baik kalau birokrasinya baik. Kalau hanya wali kotanya yang turun tapi sistem birokrasinya tidak berjalan, ya sama saja. Hari ini saya mencari orang-orang yang tepat untuk menduduki birokrasi ini,” tandasnya.

Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, dari total 57 pejabat yang dilantik, sebanyak 22 orang memperoleh promosi jabatan, sedangkan 35 lainnya menjalani rotasi.

Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik meliputi:

  • Achmad Zaini sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Surabaya.
  • M. Fikser sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.
  • Herry Purwadi sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.
  • Trio Wahyu Bowo sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
  • Arif Setiawan sebagai Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya.

Melalui rotasi dan promosi tersebut, Pemkot Surabaya berharap birokrasi semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *