Jateng

Domino Resmi Jadi Cabor, Jepara Gelar Turnamen Perdana di Bangsri

×

Domino Resmi Jadi Cabor, Jepara Gelar Turnamen Perdana di Bangsri

Sebarkan artikel ini
Domino kini diakui sebagai cabang olahraga oleh KONI Pusat. Jepara menggelar turnamen perdana sebagai langkah awal pembinaan atlet domino berprestasi.
Example 468x60

Jepara, Jatimmandiri.id- Permainan domino kini memasuki babak baru setelah resmi diakui sebagai cabang olahraga oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Di Kabupaten Jepara, olahraga ini mulai diperkenalkan sebagai cabang prestasi melalui turnamen perdana yang digelar di Kecamatan Bangsri.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kompetisi bertajuk Turnamen Olahraga Domino Mahple Club 2026 berlangsung di Balai Kegiatan Warga Desa Bangsri pada 19–20 Juni 2026.

Ajang ini menjadi tonggak awal pembinaan domino sebagai olahraga kompetitif di daerah tersebut.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Mahple Club, Heru Setyawan, menegaskan bahwa turnamen ini bertujuan membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap domino.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk mengubah stigma negatif terhadap permainan tersebut.

“Selama ini domino hanya dianggap sebagai hiburan semata. Melalui wadah olahraga resmi, kami ingin mengubah pandangan itu menjadi lebih positif sekaligus melahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.

Menurut Heru, domino bukan sekadar permainan biasa. Aktivitas ini memiliki nilai edukatif karena melatih kemampuan berhitung, strategi, serta konsentrasi pemain.

Hal itu dinilai mampu mendorong pengembangan domino sebagai olahraga berbasis kecerdasan.

Antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini pun cukup tinggi. Target 12 tim peserta terpenuhi dalam waktu singkat.

Bahkan, sejumlah calon peserta terpaksa tidak bisa ikut serta karena pendaftaran telah ditutup usai pelaksanaan technical meeting.

Heru juga menjelaskan bahwa domino saat ini berada di bawah naungan Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado).

Cabang olahraga ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk KONI, Komite Olimpiade Indonesia, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

“Penetapan domino sebagai cabang olahraga oleh KONI Pusat pada 21 Mei 2026 menjadi peluang besar untuk memperluas pembinaan di daerah,” jelasnya.

Baca Juga  Ratusan Bungkus Rokok Ilegal di Jepara Disita Petugas Gabungan

Ia menambahkan, pengakuan tersebut juga menjadi tantangan bagi komunitas domino untuk terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan minat masyarakat agar olahraga ini berkembang secara berkelanjutan.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu diikuti peserta dari berbagai wilayah.

Tim Nyidamsari yang diperkuat Satwoto dan Bisri berhasil meraih juara pertama.

Posisi kedua ditempati Tim Perumnas yang diperkuat Ery Susbandi dan Heru Setyawan.

Sementara itu, juara ketiga diraih Tim Guyangan Racing dengan pemain Sophian dan Sotor.

Dengan terselenggaranya kompetisi ini, domino diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sekadar permainan santai, melainkan sebagai olahraga prestasi yang mampu melahirkan atlet berdaya saing.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *