Surabaya, Jatimmandiri.id – Menyongsong perhelatan PON XXII/2028, Pengprov IPSI Jawa Timur kini resmi mematangkan formasi 40 atlet unggulan yang disiapkan untuk mengamankan medali emas.
Sebagai langkah strategis menuju ajang tersebut, IPSI Jatim juga telah menyusun kalender kompetisi di penghujung tahun.
Yakni, Kejurprov Pencak Silat Piala Gubernur Jatim dan Piala Kapolda Jatim. Kedua event ini disiapkan sebagai panggung krusial untuk menguji mental serta performa para pesilat potensial.
Kesiapan tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dihadiri jajaran pengurus cabang (Pengcab), pengurus kota (Pengkot), serta para atlet silat unggulan se-Jatim di Hotel Elmi, Minggu, 21 Juni 2026.
Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menekankan bahwa 40 atlet yang saat ini dalam masa pembinaan merupakan aset berharga yang berasal dari tiga jalur utama.
Rinciannya, 4 atlet dari Puslatda Jatim 100-VI, 8 atlet dari Puslatda Mandiri, serta 28 atlet hasil jebolan Kejurprov Pencak Silat BHS Cup 2026.
“Kita harus bekerja profesional, terukur, dan memiliki daya juang yang militan. Saya percaya dengan kolaborasi yang solid, kita tidak hanya akan berpartisipasi, tetapi akan menjadi kekuatan yang disegani dan mendulang medali emas bagi Jawa Timur,” tegas BHS.
Untuk memastikan kesiapan teknis dan mental, ke-40 atlet tersebut akan diikutsertakan dalam serangkaian turnamen besar sebagai tahapan seleksi menuju pra PON.
Kejurprov Pencak Silat Piala Gubernur Jatim yang dijadwalkan pada Oktober 2026 dan Kejurprov Pencak Silat Piala Kapolda Jatim pada Desember 2026 akan menjadi tolok ukur utama.
“Kita ingin memastikan bahwa hanya atlet dengan performa terbaik dan konsistensi tinggi yang akan dikirim untuk mewakili Jawa Timur di ajang PON 2028 nanti,” pungkas BHS.












