Surabaya, Jatimmandiri.id – Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan dengan mendampingi sekaligus menyalurkan bantuan sarana pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.
Kegiatan ini melibatkan personel penggerak ketahanan pangan dari Polsek Kenjeran bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kota Surabaya. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah pesisir.
Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus melalui Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan meliputi satu unit alat semprot hama manual, satu unit mesin penyedot air (alkon), satu selang spiral, serta selang air berdiameter tiga inci sepanjang 100 meter.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam merawat tanaman jagung secara lebih efektif, terutama dalam pemenuhan kebutuhan irigasi dan pengendalian hama saat musim kemarau.
“Dengan adanya dukungan sarana ini, kami berharap para petani dapat bekerja lebih optimal sehingga hasil produksi jagung meningkat,” ujar Iptu Suroto, Jumat (19/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Selain penyaluran bantuan, pendampingan kepada kelompok tani juga akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Personel penggerak ketahanan pangan bersama PPL akan memberikan pembinaan agar pemanfaatan bantuan dapat berjalan maksimal.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemampuan petani dalam mengelola lahan sekaligus meningkatkan hasil produksi sebagai kontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kota Surabaya.
Sinergi antara Polres Pelabuhan Tanjungperak, Polsek Kenjeran, Dinas Pertanian Kota Surabaya, PPL, serta Kelompok Tani Nandur Makmur menjadi bukti bahwa keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama seluruh elemen.












