Jateng

PSHT Sragen Siapkan Pengamanan Ketat Jelang Pengesahan 1.630 Warga Baru

×

PSHT Sragen Siapkan Pengamanan Ketat Jelang Pengesahan 1.630 Warga Baru

Sebarkan artikel ini
Ribuan warga PSHT mengikuti kegiatan persiapan pengesahan warga baru di Padepokan PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun.Foto: DOK Humas/ Istimewa
Example 468x60

Sragen, Jatimmandiri.id-Sebanyak 1.630 calon warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun dijadwalkan mengikuti prosesi pengesahan pada bulan Suro atau Muharram 2026.

Kegiatan tersebut akan digelar selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 19–20 Juni 2026, dengan lokasi terpusat di padepokan PSHT Cabang Sragen yang berada di Dukuh Pokor, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ketua Cabang PSHT Pusat Madiun Kabupaten Sragen, Sunanto, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis dan pengamanan telah dimatangkan melalui rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sragen.

“Pelaksanaan pengesahan berlangsung pada 19 hingga 20 Juni 2026, dengan jumlah peserta sekitar 1.630 orang dan seluruh kegiatan dipusatkan di padepokan,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, PSHT Sragen mengerahkan Pasukan Pengaman Terate (Pamter) sebagai pengamanan internal. Selain itu, pengamanan juga diperkuat melalui sinergi dengan aparat kepolisian dan TNI.

“Rencana pengamanan sudah kami koordinasikan dengan Polres Sragen. Pamter menjadi garda terdepan, didukung kepolisian dan TNI,” jelasnya.

PSHT juga mengeluarkan sejumlah imbauan kepada seluruh warga dan penggembira yang hadir. Di antaranya larangan menggunakan knalpot bising, membawa bendera berukuran besar di jalan raya, membawa senjata tajam, serta menyalakan petasan atau kembang api. Selain itu, seluruh peserta diwajibkan mematuhi aturan lalu lintas.

Sunanto menegaskan bahwa seluruh aturan tersebut telah disosialisasikan secara berjenjang kepada pengurus ranting, koordinator rayon, pelatih, hingga warga PSHT di Kabupaten Sragen.

“Kami tekankan kepada seluruh jajaran untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas. Instruksi ini harus dipatuhi bersama,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pengesahan pada bulan Suro memiliki makna historis dan spiritual bagi PSHT. Momentum tersebut telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulu organisasi.

Baca Juga  KAI Jateng Dorong Bantuan Hukum Gratis, Fokus Program Kemanusiaan untuk Warga Kurang Mampu

“Bulan Suro memiliki nilai spiritual yang diharapkan membawa keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PSHT Sragen berharap seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *