Jateng

Keluhkan Pengelolaan PT GMM, 40 Petani Tebu Blora Mengadu ke DPR RI

×

Keluhkan Pengelolaan PT GMM, 40 Petani Tebu Blora Mengadu ke DPR RI

Sebarkan artikel ini
Perwakilan petani tebu Blora membentangkan spanduk protes bertuliskan "BULOG GAGAL URUSI PG GMM ANAK PERUSAHAANNYA" sebelum keberangkatan mereka ke Jakarta, Senin (8/6/2026) malam.
Example 468x60

Blora, Jatimmandiri.id, –  Kekecewaan memuncak, puluhan petani tebu asal Kabupaten Blora memilih turun gunung untuk mencari keadilan ke ibu kota. Sebanyak 40 petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Tebu Blora bersama Front Blora Selatan (FBS) resmi bertolak ke Jakarta pada Senin (8/6/2026) malam.

Tujuan utama rombongan ini adalah mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Senayan. Mereka berencana menggelar audiensi dengan Komisi VI dan Komisi XI untuk menyuarakan protes atas gagalnya Perum Bulog dalam mengelola PT Gendhis Multi Manis (GMM).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Humas Paguyuban Petani Tebu Blora, Khairul Anwar, menyebut berhentinya operasional pabrik gula di Kecamatan Todanan tersebut membuat para petani berada dalam kondisi gelisah dan menderita.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi dengan tegas bahwa Bulog gagal dalam menangani PT Gendhis Multi Manis. Kegagalan ini berdampak luas, tidak hanya pada petani tebu Blora, tetapi juga pada pelaku UMKM, pekerja yang dirumahkan, serta perputaran ekonomi di sekitar pabrik,” ujar Khairul Anwar sebelum keberangkatan rombongan.

Tuntut Kepastian dan Manajemen Profesional

Melihat dampak kerusakan ekonomi lokal yang begitu masif, Khairul mendesak agar pemerintah pusat tidak menutup mata. Ia meminta agar masalah kegagalan operasional PT GMM ini segera diusut dan dievaluasi secara menyeluruh oleh pihak berwenang.

“Mengapa bisa gagal? Ini harus dikaji ulang karena dampaknya sangat buruk bagi petani dan masyarakat. Tidak boleh ada lagi pembiaran terhadap nasib kami,” tegasnya.

Sesampainya di Senayan, rombongan dijadwalkan bertemu langsung dengan perwakilan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Mereka berharap aspirasi masyarakat daerah ini bisa dikawal dengan serius hingga ke tingkat sidang paripurna DPR RI.

Baca Juga  Perum Bulog Salurkan Bapang ke Ratusan Warga Blora

Para petani menolak menyerah pada keadaan dan menuntut adanya solusi konkret. Mereka mendesak pengalihan tata kelola ke tangan pihak yang lebih mumpuni di sektor industri gula.

“Harapan kami ada keputusan, ada kepastian. Pabrik ini harus bisa beroperasi kembali, diperbaiki, dan menjadi ujung tombak mata rantai petani tebu. Kami ingin pabrik ini dikelola oleh manajemen profesional yang benar-benar memahami bidang pergulaan agar pabrik ini panjang umur, bisa merawat petani, dan membuat kami semangat kembali menanam tebu untuk menuju swasembada gula nasional,” pungkas Khairul.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *