Jateng

HUT Ke-179 Boyolali Meriah, Ada Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara 

×

HUT Ke-179 Boyolali Meriah, Ada Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara 

Sebarkan artikel ini
Pemkab Boyolali bersama jajaran memaparkan agenda Hari Jadi Boyolali dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.
Example 468x60

Boyolali, Jatimmandiri.id – Kabupaten Boyolali bersiap menyambut Hari Jadi ke-179 dengan rangkaian acara spektakuler yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Mengusung tema Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi, peringatan tahun ini akan diwarnai kegiatan budaya, seni, kuliner, olahraga hingga aksi sosial yang berlangsung sepanjang Juni 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Tak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, peringatan Hari Jadi Boyolali kali ini juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mengangkat berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kota Susu.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali, Syawalludin, mengatakan tema yang diusung mencerminkan semangat Boyolali untuk terus berbenah dan berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para pendahulu.

“Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Syawalludin dalam Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, tema tersebut memiliki makna mendalam. Boyolali Bersolek menggambarkan upaya meningkatkan kualitas pembangunan daerah, sementara Merawat Tradisi menjadi pengingat pentingnya menjaga gotong royong, toleransi, kerukunan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Adapun Memoles Potensi merupakan ajakan untuk terus mengembangkan sektor-sektor unggulan seperti peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata agar semakin kompetitif di masa depan.

Dalam perayaan tahun ini, Pemkab Boyolali kembali melanjutkan gerakan ramah lingkungan yang telah mendapat respons positif pada peringatan hari jadi sebelumnya.

Bupati Boyolali mengimbau instansi pemerintah, perusahaan, maupun lembaga yang ingin memberikan ucapan selamat agar mengganti karangan bunga dengan bibit pohon.

Bibit yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk penghijauan di sejumlah lokasi, seperti bantaran sungai, kawasan jembatan, hingga area yang membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau.

Baca Juga  Ribuan Warga Berebut Kupon Daging Kurban di Masjid Jabalul Khoir Purwodadi

“Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Syawalludin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Budi Prasetyaningsih, menjelaskan rangkaian kegiatan akan dimulai pada Kamis (4/6/2026) dengan khataman Al-Qur’an di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali.

Pada malam harinya akan digelar Kirab Obor dan Niti Tilas dari Rumah Dinas Bupati menuju Kali Gede yang diikuti 22 camat se-Kabupaten Boyolali.

Kegiatan tersebut menjadi simbol semangat persatuan dan pembangunan daerah.

Agenda dilanjutkan pada Jumat (5/6/2026) dengan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran yang kemudian diikuti pembukaan Merbabu Art Festival (Merbabu Art Fest) 2026.

Puncak kemeriahan perayaan akan berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) melalui Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival yang diprediksi menjadi magnet ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Salah satu agenda yang dipastikan menarik perhatian masyarakat adalah Festival Soto Nusantara yang akan digelar di kawasan Patung Susu Murni Boyolali.

Festival ini menghadirkan beragam sajian soto khas Indonesia, mulai dari Soto Boyolali, Soto Sokaraja, Soto Lamongan hingga berbagai varian soto dari sejumlah daerah lainnya.

Sebanyak 500 porsi soto gratis akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, rangkaian Hari Jadi Boyolali juga akan diisi berbagai kegiatan kesenian, hiburan rakyat, olahraga, donor darah, bakti sosial, panen raya, pembagian sembako hingga pengajian akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026.

Adapun Merbabu Art Festival yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam kembali menjadi salah satu agenda budaya yang paling dinantikan masyarakat.

Penggagas kegiatan, Harmoko, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah Titi Jagat, yang mengandung makna ruang kesadaran untuk mengingatkan manusia agar senantiasa rendah hati dan menghormati warisan para pendahulu.

Baca Juga  Ditressiber Polda Jateng Bongkar Penipuan Online Rp 41 Miliar, 38 Terduga Pelaku Diamankan

Menariknya, pertunjukan tahun ini melibatkan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Boyolali yang telah menjalani proses latihan selama tiga bulan.

“Titi Jagat adalah ruang kesadaran. Kita diajak untuk menyelaraskan diri dan menghargai warisan para pendahulu,” ujar Harmoko.

Pembina Merbabu Art Fest, Wawan, menambahkan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

“Dari keberagaman yang ada, kita harus memiliki satu visi yang sama, yaitu kecintaan terhadap negeri dan daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Boyolali, Nur Arifin, menegaskan peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Menurutnya, Boyolali memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang harus terus dikembangkan secara bersama-sama.

“Potensi Boyolali sangat besar. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Melalui semangat Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi, peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong kemajuan di berbagai sektor pembangunan.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *