HukrimPolda Jatim

Dari Tretes hingga Trawas, Sindikat Scamming Internasional Digulung Polres Mojokerto

Penulis: Ayu SukmaEditor: Alif Bintang
×

Dari Tretes hingga Trawas, Sindikat Scamming Internasional Digulung Polres Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Sejumlah WNA asal Filipina menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
Example 468x60

Mojokerto, Jatimmandiri.id — Jajaran Polres Mojokerto membongkar sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan internasional yang memanfaatkan warga negara asing (WNA) untuk aksi penipuan daring (scamming).

Operasi penyelamatan ini membentang dari kawasan Tretes di Kabupaten Pasuruan hingga Trawas di Kabupaten Mojokerto.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kasus ini terungkap berkat keberanian salah satu korban berinisial JR, warga negara Filipina.

Pada Juni 2026, JR tergiur oleh tawaran pekerjaan palsu sebagai operator call center di Kamboja dengan gaji fantastis mencapai USD 1.000 yang disebarkan melalui akun Facebook berinisial KN.

“Modusnya klasik TPPO. JR diiming-imingi gaji besar, pekerjaan bagus di Kamboja. Setelah itu dilakukan wawancara dua kali via Telegram, lalu diberangkatkan dengan dokumen dan rute yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dijanjikan,” jelas Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan penyelidikan, JR awalnya diminta berangkat ke Manila pada Juli 2026 dengan dalih pekerjaan sebagai penata rambut berdestinasi ke Fiji.

Setibanya di Bandara Juanda, Surabaya, korban dijemput oleh orang tak dikenal, paspornya disita, lalu digiring menggunakan mobil sedan putih ke kawasan Villa Bromo, Tretes, Kabupaten Pasuruan.

Selama Juli hingga September 2026, korban di bawah kendali seorang pria berkewarganegaraan Malaysia berinisial KG.

Dibantu oleh penerjemah H dan R, JR dipaksa bekerja sebagai scammer dengan menyamar sebagai agen FBI untuk menipu warga lanjut usia keturunan Jepang di Amerika Serikat.

“Korban diberikan iPhone 12 dan dipaksa bekerja kurang lebih dua bulan. Tidak sesuai janji awal. Paspor ditahan, pergerakan dikendalikan, dan dipaksa melakukan penipuan. Ini jelas bentuk eksploitasi dalam TPPO,” tegas Erik.

Jaringan ini sempat berupaya memindahkan para korban ke Hotel Grand Whiz Trawas dan Hotel Royal Trawas pada 28 September 2026 menyusul informasi rencana penggerebekan.

Baca Juga  Misteri Penemuan Jasad Bayi di Mojokerto Terkuak, Dua Mahasiswa Terlibat

Namun, situasi berubah pada dini hari 29 September 2026 ketika JR nekat keluar kamar hotel dan meminta bantuan sekuriti untuk dihubungkan dengan Kedutaan Besar Filipina.

Polsek Trawas yang menerima laporan langsung bergerak cepat menggandeng Satreskrim Polres Mojokerto.

“Keberanian korban ini menjadi pintu masuk penyelamatan. Begitu informasi masuk, kami langsung bergerak. Satreskrim melakukan pemeriksaan di Grand Whiz Trawas dan Royal Trawas untuk memastikan keselamatan seluruh WNA yang ada di sana,” ungkapnya.

Gerak cepat kepolisian berlanjut dengan mengamankan dua WNA Taiwan di Bandara Juanda.

Pengembangan kasus berlanjut hingga 2 Oktober 2026, di mana petugas mencegat dan mengamankan 20 WNA Filipina serta satu WNA Taiwan di wilayah Kabupaten Bondowoso.

“Total yang kami amankan ada 23 WNA. Kami lakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perekrutan, pengangkutan, penempatan, pengendalian aktivitas, hingga fasilitasi keberadaan WNA. Kami kumpulkan alat bukti untuk menyusun keterkaitan antara perekrutan, perjalanan lintas negara, hingga dugaan scamming,” paparnya.

Setelah pengamanan awal yang humanis, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jatim untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

“Kami fokus pada penyelamatan korban dan pengamanan awal. Untuk penanganannya secara komprehensif, kini dilaksanakan oleh Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jatim. Kami pastikan korban mendapatkan perlindungan maksimal sesuai hukum dan HAM, dan pada 7 Oktober 2026 seluruh korban telah dipulangkan ke negara masing-masing dengan selamat,” pungkas Kapolres.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *