BudayaEdu-Life & Sport

Saat Tumbuhan Menjadi Karya Seni

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Saat Tumbuhan Menjadi Karya Seni

Sebarkan artikel ini
Founder IDSBA, Eunike Nugroho disamping karyanya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Tumbuhan tidak hanya tumbuh, berbunga, dan kemudian layu. Di tangan seniman botani, tumbuhan menjelma karya seni sekaligus catatan ilmiah. Setiap bentuk daun, warna bunga hingga struktur tanaman digambar dengan ketelitian agar keindahannya tidak kehilangan identitas biologisnya.

Seni botani sesungguhnya memiliki sejarah panjang. Ketika manusia mulai mendokumentasikan tumbuhan, gambar menjadi cara penting untuk membedakan tanaman, terutama antara tumbuhan obat dan tanaman beracun.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kuncinya adalah tumbuhan itu bisa diidentifikasi. Jadi, menggambar bukan sekadar membuatnya terlihat indah, tetapi juga mendokumentasikan karakter tumbuhan secara akurat,” jelas Eunike Nugroho, Founder IDSBA kepada Jatim Mandiri.

Bagi Indonesia, seni botani memiliki arti lebih luas. Negara dengan kekayaan biodiversitas yang luar biasa itu masih menghadapi persoalan sederhana: banyak orang belum mengenal apa yang tumbuh di sekitarnya.

Karena itu, seni botani menjadi jembatan antara manusia dan alam. Keindahan gambar diharapkan mampu membuat masyarakat berhenti sejenak, melihat, mengenali, lalu menghargai kekayaan hayati Indonesia.

Menariknya, seniman botani tidak selalu berasal dari latar belakang biologi. Namun, mereka dituntut mempelajari ilmu tersebut. Morfologi tumbuhan, karakter spesies hingga istilah Latin menjadi bagian dari proses berkarya.

“Bukan biologis, tapi harus belajar biologi. Dalam seni botani, kita harus akurat. Bahkan harus mengukur, membedakan dan menunjukkan sisi saintifiknya,” katanya.

Proses belajar itu kemudian menjadi kekuatan komunitas Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA) yang berdiri pada 2017. Komunitas tersebut dibangun untuk mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda, mulai seni rupa, biologi, pertanian hingga kehutanan.

Di sana, pengetahuan berjalan dua arah. Anggota berlatar belakang biologi membantu mengenali famili dan spesies tumbuhan. Sebaliknya, seniman rupa berbagi teknik menggambar menggunakan cat air, pensil warna maupun media lainnya.

Baca Juga  Endhog-endhogan Banyuwangi, Tradisi Maulid Sarat Makna

“Komunitas ini saling melengkapi. Kami sama-sama belajar karena seni botani memang membuat kita terus belajar,” lanjut perempuan yang akrab disapa Ike ini antusias.

Kini IDSBI memiliki lebih dari 100 anggota dan mulai berkolaborasi dengan berbagai institusi. Salah satunya BRIN yang pernah meminta komunitas tersebut membuat ilustrasi lebih dari 20 spesies baru yang ditemukan dalam setahun.

Pekerjaan itu menuntut ketelitian. Ketika tanaman tidak tersedia, seniman harus merekonstruksi bentuk berdasarkan foto, deskripsi ilmiah dan jurnal.

Namun, pengalaman paling intim terjadi ketika seniman menanam sendiri objek yang digambar. Mengamati pertumbuhan, menunggu bunga mekar, hingga mengenali perubahan bentuk membuat proses berkarya terasa seperti percakapan panjang dengan alam.

“Seru sih. Ternyata ciptaan Tuhan tuh sampai seperti itu. Dan keanekaragaman Indonesia itu wow banget. Kayak, aduh ini nggak habis-habis,” urainya ekspresif.

Pada akhirnya, seni botani bukan hanya tentang menggambar tumbuhan. Ia adalah cara untuk mengenali alam melalui keindahan, sekaligus mengingatkan bahwa sesuatu yang sering dianggap biasa di sekitar kita sesungguhnya menyimpan keragaman yang luar biasa

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Ketika kenaikan muka laut mengubah daratan Sundaland menjadi wilayah perairan, manusia prasejarah menghadapi tantangan mempertahankan sumber…

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Sebelum kenaikan muka laut mengubah wajah Sundaland, kawasan yang kini menjadi Laut Jawa merupakan bagian dari…