Lumajang, Jatimmandiri.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi disertai luncuran awan panas pada Selasa (3/11). Jarak luncuran belum dapat dipastikan karena kawasan puncak tertutup kabut tebal.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, menyampaikan bahwa erupsi terjadi pada pukul 12.06 WIB. Kondisi cuaca dan kabut menyebabkan tinggi kolom abu maupun jarak luncuran awan panas tidak dapat diamati secara visual.
“Letusan disertai awan panas dengan jarak luncur tidak teramati dan visual Gunung Semeru tertutup kabut,” kata Agastya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Berdasarkan rekaman seismogram, aktivitas tersebut menghasilkan amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi sekitar 4 menit 44 detik.
Sepanjang Selasa, Semeru tercatat mengalami empat kali erupsi sejak pukul 00.34 WIB hingga 12.52 WIB. Seluruh aktivitas letusan tidak teramati secara visual oleh petugas.
Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Larangan juga berlaku dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
Agastya turut mengingatkan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak sungainya. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan menjauhi kawasan rawan bencana.












