HeadlineJatim

Khofifah Takziah Korban Longsor Lumajang, Salurkan Santunan dan Bantuan Renovasi Rumah

Penulis: redaksiEditor: Eko Yudiono
×

Khofifah Takziah Korban Longsor Lumajang, Salurkan Santunan dan Bantuan Renovasi Rumah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah takziah ke keluarga korban longsor di Pronojiwo, Lumajang. Pemprov Jatim menyerahkan santunan dan bantuan material renovasi rumah.
Example 468x60

Lumajang, jatimmandiri.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Selain memberikan dukungan moril, Khofifah juga menyerahkan santunan dan bantuan material bangunan untuk mempercepat perbaikan rumah warga yang terdampak bencana.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin (2/11/2026). Dalam suasana duka, Khofifah menemui keluarga Imron Rosadi, 40, dan putrinya, Hilya, 9, yang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Khofifah turut mendoakan agar kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Mudah-mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Seluruh khilafnya diampuni dan diterima seluruh amal baik serta dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ungkap Khofifah.

Tidak hanya menyampaikan belasungkawa, Khofifah juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban dan bantuan sembako bagi masyarakat sekitar. Pemprov Jatim turut memberikan dukungan material untuk renovasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat longsor.

Bantuan tersebut terdiri atas 75 sak semen Portland, 5.000 bata merah, 1.500 genteng, dan 60 batang kayu balok. Bantuan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan rumah warga sehingga aktivitas masyarakat terdampak bisa segera kembali normal.

Di sela kunjungan tersebut, Khofifah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan. Menurutnya, kondisi cuaca di Jawa Timur saat ini membutuhkan perhatian serius karena masih terdapat wilayah yang mengalami kekeringan, sementara daerah lainnya mulai menghadapi hujan dengan intensitas tinggi.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih masih dilakukan di sejumlah daerah dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Bahkan, prediksi mengenai puncak kekeringan di Jawa Timur telah mengalami perubahan berdasarkan revisi prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga  Soroti Ketimpangan Gerbangkertasusila Plus, Cahyo Harjo Desak Pemerataan Pendidikan ke Wilayah Pinggiran

“Di beberapa tempat kita masih menemukan kelangkaan air bersih. Dropping air bersih masih dilakukan dengan pelibatan BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebetulnya prediksi BMKG setelah direvisi, semula puncak kekeringan di bulan September, kemudian direvisi puncak kekeringan di bulan November untuk Jawa Timur,” jelasnya.

Khofifah menyebut, periode Desember hingga Februari diprediksi menjadi masa berlangsungnya musim hujan. Ia bersyukur hujan mulai turun di sejumlah wilayah setelah berbagai elemen masyarakat melakukan ikhtiar, termasuk melalui doa bersama dan salat istisqa di masjid maupun pesantren.

“Tentu harapan kita adalah hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” tuturnya.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa datangnya musim hujan juga membawa potensi ancaman bencana hidrometeorologi. Curah hujan tinggi dapat memicu banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki kondisi geografis perbukitan serta lereng yang rawan bergerak.

Beberapa wilayah di Jawa Timur bahkan telah mengalami kejadian tanah longsor, di antaranya Trenggalek, Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Tirtoyudo, serta Lumajang.

Karena itu, Khofifah meminta seluruh pemerintah daerah tidak menunggu terjadinya bencana untuk memperkuat langkah mitigasi. Kesiapsiagaan harus dibangun secara berjenjang, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga lingkungan terkecil seperti rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mengurangi risiko bencana. Warga perlu dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda alam, membangun komunikasi antarlingkungan, serta melakukan evakuasi lebih awal apabila muncul indikasi bencana.

“Bagaimana secara komunitas, apakah RT, RW, desa, sama-sama membangun kewaspadaan dari desa setempat. Jangan sampai kemudian ada bencana alam yang berdampak pada hilangnya saudara-saudara kita dan akhirnya mereka meninggal dunia,” tegasnya.

Khofifah juga mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk Jawa Timur, berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana alam sehingga kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Khofifah Kembali Kirim 64,4 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Siapkan Tim Trauma Healing

“Karena kita berada di Ring of Fire, maka kewaspadaan itu harus dilakukan berlapis. Pada saat musim kemarau belum semuanya selesai, kita sudah harus melakukan antisipasi menghadapi musim hujan yang memang sudah terjadi di beberapa daerah,” katanya.

Ia mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan kebencanaan, dan masyarakat memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi bencana. Langkah antisipasi harus dipastikan berjalan hingga tingkat lingkungan agar masyarakat lebih cepat merespons setiap ancaman.

“Kewaspadaan berganda itu harus dilakukan oleh semua pihak, semua lini,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Khofifah terhadap warga Lumajang, khususnya keluarga korban tanah longsor di Pronojiwo.

Menurutnya, kehadiran gubernur secara langsung di rumah duka menjadi bentuk kepedulian yang memberikan dukungan moral bagi keluarga korban.

“Kami atas nama Pemkab Lumajang menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Gubernur atas seluruh perhatian bagi warga kami di Lumajang,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Sebanyak 160 personel Polda Jatim mengalami rotasi jabatan, termasuk sejumlah pejabat strategis di Polrestabes Surabaya dan beberapa…

Berita

Eks Kapolri Diicopot dari KSP Jakarta, Jatim Mandiri Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan…