Lingkungan

CFD Jakarta Dorong Pilah Sampah dan Mobilitas Ramah Lingkungan

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

CFD Jakarta Dorong Pilah Sampah dan Mobilitas Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Kegiatan Car Free Day (CFD) di berbagai wilayah kota administrasi Jakarta dinilai berperan lebih luas daripada sekadar mitigasi polusi. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Triyana, menyebut kegiatan tersebut turut mendorong gerakan memilah sampah sejak dari sumbernya. Penilaian itu disampaikan di Jakarta pada Minggu (1/11), sebagaimana diberitakan pada 02/11.

Triyana mengatakan, CFD dapat menjadi ruang edukasi lingkungan karena masyarakat datang dengan sukarela. Kegiatan di ruang publik itu dimanfaatkan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah di rumah. Menurutnya, edukasi lingkungan tidak cukup disampaikan lewat kampanye, tetapi perlu disertai keteladanan yang dapat dilihat masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“CFD adalah momen edukasi lingkungan yang paling efektif karena masyarakat hadir dengan sukarela. Di sinilah kami menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” kata Triyana. Ia menyampaikan hal tersebut dalam talkshow bertajuk “Perjalanan 24 tahun Car Free Day (CFD)”. Kegiatan CFD telah berlangsung selama 24 tahun.

Peran CFD dalam mendorong kebiasaan ramah lingkungan juga berkaitan dengan perubahan mobilitas masyarakat. Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Renny Dwi Astuti, menekankan pentingnya mempercepat program transportasi publik yang terintegrasi. Sinergi moda transportasi di Jakarta diarahkan untuk mengurangi emisi dari kendaraan pribadi.

Renny menyebut integrasi tersebut melibatkan MRT, LRT, TransJakarta, dan angkutan pengumpan. Keterhubungan antarmoda itu dirancang agar perjalanan dengan transportasi publik dapat menjadi pilihan, sekaligus menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi. Peralihan perjalanan menuju angkutan umum juga dinilai berkontribusi terhadap kualitas udara Jakarta.

“Integrasi antarmoda bukan hanya soal kenyamanan, tetapi strategi jangka panjang menurunkan ketergantungan pada kendaraan pribadi. Setiap perjalanan yang beralih ke transportasi publik adalah kontribusi nyata bagi kualitas udara Jakarta,” ujar Renny. Pernyataan tersebut menegaskan kaitan antara integrasi layanan angkutan dan upaya mengurangi emisi kendaraan pribadi.

Baca Juga  Tarif Trans Jatim Dipangkas Jadi Rp81, Berlaku Sepekan

Selain transportasi, Renny menyoroti layanan serta fasilitas khusus bagi lanjut usia selama CFD. Program ramah lansia itu, menurutnya, mendapat sambutan positif dan berjalan efektif. Ia juga menilai ruang publik perlu memberi perhatian kepada kelompok yang membutuhkan dukungan akses, termasuk penyandang disabilitas.

“CFD harus menjadi ruang yang ramah bagi semua, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Inklusivitas adalah ukuran keberhasilan sebuah ruang publik,” tutur Renny. Pernyataan itu menempatkan akses bagi beragam kelompok sebagai bagian dari penilaian terhadap keberhasilan ruang publik, selain fungsi edukasi dan dukungan bagi mobilitas ramah lingkungan.

Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, menyebut CFD telah berkembang menjadi pemicu pembentukan gaya hidup masyarakat perkotaan. Salah satu inisiator CFD itu menilai perubahan paradigma mobilitas menuju orientasi ramah lingkungan tidak terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, perubahan tersebut dibangun melalui konsistensi dan keteladanan dalam kegiatan CFD selama 24 tahun.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *